Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 00.15 WIB

Waspada Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis! Kenali Kebiasaan Buruk yang Bikin Postur Tubuh Berubah

Ilustrasi seseorang yang sedang merasa sakit pada pinggangnya akibat duduk dengan postur tubuh yang salah (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang merasa sakit pada pinggangnya akibat duduk dengan postur tubuh yang salah (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Postur tubuh adalah posisi atau cara seseorang menjaga dan menempatkan tubuhnya, baik saat berdiri, duduk, maupun bergerak.

Postur yang baik berarti tubuh berada pada posisi seimbang, sehingga dapat bekerja optimal tanpa memberikan tekanan berlebih pada bagian tertentu.

Namun, beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi postur tubuh, baik memperbaikinya maupun memperburuk kondisinya.

Kebiasaan seperti duduk, membawa barang, dan menggunakan ponsel dapat meningkatkan risiko kelainan pada postur tubuh, seperti lordosis, kifosis, dan skoliosis.

Lordosis

Dikutip dari Halodoc, lordosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung ke depan melebihi batas normal, terutama pada bagian leher hingga punggung bawah. Lengkungan yang berlebihan ini (kurva lordotik) dapat membuat postur tubuh bergeser dari posisi normal.

Penyebab pasti lordosis belum dapat dipastikan, namun beberapa kebiasaan dapat mempengaruhinya, seperti duduk dengan menggunakan penyangga dan membawa tas punggung yang terlalu berat.

Kifosis

Kifosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang bagian atas melengkung secara berlebihan ke arah belakang, membuat penderitanya tampak bungkuk. Lengkungan yang terlalu besar ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri punggung, kaku, dan gangguan postur.

Dikutip dari Alodokter, kifosis memiliki beberapa jenis, namun penyebabnya hampir sama, yaitu kebiasaan duduk atau berdiri yang membungkuk, mengangkat beban terlalu berat, serta kelainan struktur tulang.

Skoliosis

Skoliosis adalah kondisi ketika tulang belakang melengkung membentuk huruf C atau S. Sebagian besar penderita skoliosis tidak mengetahui gejala dan penyebabnya, kondisi ini disebut skoliosis idiopatik.

Penyebab seseorang terkena skoliosis masih belum dapat dianalisis secara pasti, dan mayoritas kasusnya disebabkan oleh kelainan atau gangguan perkembangan pada tulang belakang. Namun, kebiasaan seperti memakai tas yang lebih berat pada satu sisi badan dipercaya dapat memperburuk kondisi ini.

Jika salah satu dari kondisi ini dirasa tidak nyaman, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan. Biasanya, terapi dengan pijatan lembut di area tulang belakang akan disarankan. Namun, jika kondisi sudah terlalu parah, tindakan operasi mungkin diperlukan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore