Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 21.17 WIB

Benarkah Besi Berkarat Bisa Menyebabkan Tetanus? Simak Penjelasan Medis Ini agar Tidak Salah Paham

Ilustrasi paku berkarat yang bisa menyebabkan seseorang terkena tetanus (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi paku berkarat yang bisa menyebabkan seseorang terkena tetanus (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Tetanus adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, terutama luka yang dalam, kotor, atau terkontaminasi tanah dan debu. Setelah masuk ke tubuh, bakteri menghasilkan racun (toksin) yang dapat menyerang sistem saraf.

Dikutip dari Alodokter, tetanus adalah penyakit yang menyerang sistem saraf. Akibatnya otot akan mengalami kontraksi atau tegang, umumnya kondisi akan dirasakan pada area rahang dan leher. Sehingga nama lain penyakit ini adalah lockjaw.

Penyebab Tetanus

Banyak orang menganggap jika tetanus disebabkan dari luka akibat benda berkarat, contohnya paku. Sebenarnya tetanus bukan disebabkan langsung oleh karat pada benda.

Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Spora bakteri ini juga ditemukan pada kotoran hewan dan tanah, tidak hanya pada paku yang berkarat.

Dikutip dari Halodoc, saat masuk ke dalam tubuh, bakteri ini akan berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan tetanospasmin, yaitu jenis racun yang menyerang saraf (neurotoksin). Ketika racun ini masuk ke dalam aliran darah, efeknya akan menyebar ke seluruh tubuh dan memicu munculnya gejala tetanus.

Tetanospasmin dapat menghambat penghantaran sinyal dari otak ke saraf di sumsum tulang belakang, yang memicu otot kontraksi dan kaku. Bakteri penyebab tetanus biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Oleh karena itu, sangat penting untuk membersihkan luka dengan benar agar mencegah terjadinya tetanus.

Gejala Tetanus

Jika tidak ditangani dengan baik, bakteri akan menyebar melalui aliran darah dan merusak organ tubuh. Agar hal ini tidak terjadi, penting mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit tetanus. Beberapa gejala tersebut perlu diperhatikan agar penanganan medis bisa segera diberikan.

Seseorang yang terkena tetanus akan merasakan otot rahang yang kaku dan tidak nyaman, sehingga pergerakannya terbatas. Tidak hanya pada rahang, otot wajah dan leher juga bisa terkena dampaknya. Hal ini menyebabkan penderitanya tidak bisa berekspresi secara normal.

Penyebaran bakteri yang semakin luas bisa sampai ke kerongkongan bahkan perut. Dampaknya pada kerongkongan yaitu adalah kesulitan menelan, karena otot yang digunakan untuk mendorong makanan menjadi kaku. Sedangkan, infeksi bakteri yang sampai ke perut akan menyebabkan otot perut menjadi kaku dan keras.

Pengobatan untuk Penderita Tetanus

Pada tahap awal infeksi, pihak dokter atau rumah sakit akan memberikan Immunoglobulin Tetanus (TIG) melalui suntik. Langkah ini dilakukan untuk menetralisir toksin dari bakteri yang belum menempel pada jaringan saraf.

Selain itu, untuk meredakan otot yang tegang dan kaku biasanya akan diberikan obat seperti benzodiazepin. Konsumsi antibiotik juga bisa dilakukan sebagai upaya untuk membasmi bakteri yang terdapat di dalam tubuh.

Bagi penderita yang kondisinya sudah tergolong buruk, diperlukan perawatan intensif di rumah sakit. Tujuannya yaitu memberikan bantuan pernapasan melalui ventilator dan tabung oksigen. Penggunaan selang infus juga diperlukan untuk memberikan asupan air dan makanan halus, agar mempermudah untuk dicerna oleh otot perut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore