Bubuk kunyit. (dok. freepik)
Namun, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 800 juta orang, dan 95% di antaranya adalah penderita diabetes tipe 2. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti gangguan jantung, masalah penglihatan, hingga kerusakan ginjal.
Obesitas dan kelebihan berat badan kerap ditemui pada orang dengan pradiabetes maupun diabetes tipe 2. Menurunkan berat badan terbukti dapat membantu mengendalikan gejala, bahkan dalam beberapa kasus mampu membalikkan kondisi.
Melansir melalui Medical News Today, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa suplemen kunyit atau kurkumin dapat mendukung proses penurunan berat badan pada penderita diabetes dan pradiabetes.
Hasil penelitian tentang kunyit dan kurkumin
Sebuah tinjauan dari 20 uji klinis acak yang dipublikasikan di Nutrition & Diabetes menemukan bahwa kunyit atau kurkumin, zat aktif utama dalam kunyit, memiliki efek positif pada beberapa indikator obesitas.
Hasilnya menunjukkan adanya penurunan berat badan, lingkar pinggang, persentase lemak tubuh, serta lingkar panggul pada partisipan dengan diabetes tipe 2 maupun pradiabetes.
Meski perubahannya relatif kecil, para ahli menilai manfaat tersebut tetap berarti bagi kesehatan masyarakat luas. Misalnya, penurunan berat badan sekitar 2 kg atau pengurangan 2–3 cm lingkar pinggang dapat membantu menurunkan risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular.
Cara kerja dan potensi manfaat kunyit
Kunyit telah lama digunakan sebagai bumbu makanan, pewarna alami, hingga suplemen kesehatan. Studi menunjukkan bahwa kunyit memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Efek inilah yang diduga membantu proses metabolisme, meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi peradangan, hingga mendukung pembakaran kalori.
Peneliti juga menemukan hubungan antara dosis serta durasi konsumsi dengan hasil yang diperoleh. Misalnya, konsumsi lebih dari 22 minggu dapat menurunkan berat badan sekitar 2,5 kg, sementara dosis lebih dari 1.500 mg/hari mampu mengurangi lingkar pinggang hampir 2 cm pada pasien diabetes tipe 2.
Meskipun hasil penelitian cukup menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa suplemen kunyit bukanlah solusi instan untuk menurunkan berat badan. Faktor lain seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, serta gaya hidup tetap menjadi pilar utama dalam pengelolaan diabetes dan obesitas.
Selain itu, sebagian besar penelitian masih terbatas pada populasi tertentu, sehingga diperlukan studi lanjutan dengan cakupan lebih luas untuk memastikan. (*)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
