Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 15.27 WIB

Wajib Dihindari agar Kesehatan Tubuh Tetap Terjaga, 6 Jenis Sayuran yang Bisa Jadi Berbahaya Jika Digoreng

Ilustrasi menggoreng sayuran. (Photo by cottonbro studio) - Image

Ilustrasi menggoreng sayuran. (Photo by cottonbro studio)

JawaPos.com - Menggoreng sayuran memang sering dianggap cara praktis untuk mendapatkan tekstur yang renyah dan rasa yang gurih. Tetapi, apakah Anda tahu bahwa tidak semua jenis sayuran aman jika diolah dengan cara ini?

Proses penggorengan pada suhu tinggi bisa mengubah struktur kimia sayuran, menurunkan kandungan gizi, bahkan memicu terbentuknya zat berbahaya. Ulasan dari ipb.ac.id menyebutkan bahwa metode deep frying menyebabkan air di dalam sayuran menguap dan digantikan oleh minyak goreng. Akibatnya, kadar lemak dan kalori yang masuk ke tubuh jadi meningkat.

Selain itu, menurut informasi dari hellosehat.com, vitamin dan mineral larut air yang ada pada sayuran bisa hilang ketika terpapar panas minyak dalam waktu lama. Kondisi ini tentu merugikan karena nutrisi penting justru berkurang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada beberapa jenis sayuran yang lebih baik tidak digoreng untuk menjaga kesehatan tubuh. Mengetahui hal ini penting agar Anda lebih bijak dalam menentukan cara mengolah makanan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa jenis sayuran yang sebaiknya tidak digoreng demi menjaga kesehatan Anda.

1. Kubis

Kubis sering dijadikan tambahan lauk, bahkan diolah menjadi camilan seperti kubis crispy. Sayangnya, menggoreng kubis dapat meningkatkan kadar lemak trans dan berpotensi menghasilkan akrilamida, yaitu senyawa beracun yang bisa memicu gangguan kesehatan. Supaya manfaat kubis tetap terjaga, sebaiknya sajikan dalam bentuk salad segar atau ditumis ringan dengan minyak sehat.

2. Brokoli

Brokoli dikenal sebagai salah satu sayuran superfood yang kaya vitamin C, vitamin K, serta sulforaphane, senyawa yang dipercaya memiliki efek antikanker. Akan tetapi, proses menggoreng dapat menghancurkan hingga 90 persen kandungan vitamin C dan senyawa bioaktif tersebut. Untuk menjaga nutrisinya, brokoli sebaiknya dikukus atau direbus sebentar agar tekstur renyah dan manfaatnya tetap terjaga.

3. Terong

Hidangan terong balado hingga terong goreng tepung memang terasa menggugah selera. Meski begitu, terong memiliki sifat mudah menyerap minyak dalam jumlah banyak saat digoreng. Hal ini meningkatkan kandungan kalori serta lemak jenuh dalam hidangan. Selain itu, penggorengan juga memicu terbentuknya senyawa oksidasi yang bisa merusak nutrisi. Agar lebih sehat, cobalah memanggang atau mengukus terong, sehingga rasanya tetap lezat tanpa mengurangi manfaatnya.

4. Kangkung

Kangkung sering disajikan dengan cara digoreng menjadi menu kangkung crispy. Padahal, menggoreng kangkung berpotensi memicu pembentukan nitrosamin, senyawa yang dikaitkan dengan risiko kanker. Selain itu, sebagian besar kandungan air dan zat gizi dalam kangkung akan hilang saat melalui proses penggorengan. Pilihan terbaik adalah menumis kangkung dengan sedikit minyak atau merebusnya agar nutrisinya tetap utuh.

5. Bayam

Bayam terkenal kaya akan nitrat, antioksidan, serta vitamin penting untuk tubuh. Akan tetapi, menggoreng bayam bisa mengubah nitrat menjadi nitrit. Zat ini berpotensi menjadi karsinogen bila dikonsumsi berlebihan. Suhu tinggi juga berpengaruh pada rusaknya vitamin C dan nutrisi penting lainnya. Supaya manfaat bayam tetap optimal, sebaiknya konsumsi dalam keadaan segar, direbus, atau cukup dikukus.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore