
Ilustrasi sound horeg yang membawa dampak buruk bagi kesehatan telinga. (Instagram @12.project_)
JawaPos.com – Beberapa waktu belakangan, jagat maya menyoroti fenomena sound horeg yang cukup populer di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Memiliki ciri khas sound system besar dengan suara yang menggelegar, perangkat audio jumbo ini kerap digunakan untuk berbagai acara, bahkan sampai dibuatkan karnaval.
Siapa sangka, hiburan yang digemari sebagian masyarakat ini punya dampak buruk bagi kesehatan telinga.
Dirangkum dari laman Universitas Muhammadiyah Surabaya dan instagram Dinas Kesehatan Kota Semarang, @dkksemarang, Minggu, (24/8), berikut empat dampak sound horeg terhadap kesehatan telinga menurut dr. Gina Noor Djalilah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan agar tingkat kebisingan maksimal 70 desibel (dB). Sementara, Tingkat kebisingan suara sound horeg ternyata melebihi ambang batas, yaitu mencapai 120 hingga 135 dB.
Suara ekstrem yang melampaui batas aman kebisingan dapat memicu kerusakan sel rambut halus di telinga secara permanen.
Perlu diketahui, rambut halus berada di dalam telinga yang berperan untuk mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik ke otak.
Kerusakan permanen membuat sel ini tidak bisa diperbaiki. Risiko yang terjadi jika terkena suara ekstrem terus menerus, bisa mengakibatkan tuli sensorineural.
Tak hanya mengganggu kesehatan telinga, sound horeg juga bisa mengganggu kesehatan tubuh yang dikontrol telinga bagian dalam.
Masalah kesehatan seperti pusing atau vertigo bisa terjadi pada orang yang terpapar berkali-kali. Selain itu, juga menyebabkan sulit tidur, stress, kegelisahan, dan memicu hipertensi bahkan ancaman penyakit jantung.
Suara bising juga akan merusak kualitas tidur si kecil dan lansia, sehingga konsentrasi dan produktivitas pun jadi menurun.
Tak sedikit yang mengeluhkan sakit kepala dan sulitnya berkomunikasi karena suara sound horeg yang terlalu bising.
Mendengar suara ekstrem berkali-kali bisa menyebabkan dengung hingga desis meski tidak terdengar bunyi suara. Selain itu, dapat meningkatkan resiko gendang telinga pecah.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
