
Ilustrasi anak perempuan yang mengantuk. (Freepik)
JawaPos.com - Lingkaran hitam di bawah mata anak cukup umum terjadi. Kondisi ini bisa dipengaruhi faktor genetik maupun penyebab lain, seperti alergi atau kurang tidur. Warna lingkaran bisa tampak cokelat, ungu, atau kebiruan tergantung warna kulit.
Secara medis, lingkaran hitam di bawah mata dikenal sebagai hiperpigmentasi periorbital. Umumnya kondisi ini tidak berbahaya.
Namun, untuk menghindari kondisi ini, ada beberapa hal yang patut diperhatikan bila tidak ingin anak mengalami lingkaran hitam di bawah mata, sebagaimana dilansir dari Medical News Today.
1. Kurang Tidur
Lingkaran hitam sering dikaitkan dengan kurang tidur. Meski belum ada bukti medis yang membuktikan hal ini secara langsung, rasa lelah dapat menyebabkan mata bengkak sehingga menimbulkan bayangan di bawah mata.
Anak-anak membutuhkan tidur lebih banyak daripada orang dewasa. Rekomendasi yang dikutip melalui CDC (Centers for Disease Control and Prevention) adalah:
Tanda lain anak kurang tidur selain lingkaran hitam adalah mudah lelah, cepat marah, dan sulit berkonsentrasi.
2. Dehidrasi
Penelitian tahun 2019 yang ditinjau oleh Mac-Mary, menyebutkan dehidrasi bisa membuat lingkaran hitam tampak lebih jelas. Saat kulit cukup terhidrasi, kontur mata lebih halus, tetapi ketika kekurangan cairan, mata bisa terlihat cekung dan lingkaran hitam menjadi lebih kentara.
Gejala dehidrasi pada anak antara lain, mudah marah, napas lebih cepat, detak jantung meningkat, dan jarang buang air kecil.
Jika muncul tanda ini, berikan air putih atau minuman elektrolit, dan pastikan anak beristirahat di tempat sejuk. Bila tidak membaik, segera periksakan ke dokter.
3. Alergi
Alergi dapat menyebabkan lingkaran hitam kronis, yang sering disebut allergic shiners karena mirip lebam di bawah mata.
Melansir melalui National Institutes of Health (NIH), allergic shiners merupakan penyakit atopi yang ditandai dengan gejala bersin, hidung tersumbat, keluarnya cairan bening dari hidung, dan rasa gatal pada hidung.
Kondisi ini merupakan respons imun yang dimediasi IgE terhadap alergen yang terhirup pada fase awal, kemudian berlanjut dengan fase lanjut yang dimediasi oleh leukotrien.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
