
Ilustrasi nyeri tulang belakang. (Istimewa)
JawaPos.com-Banyak orang mengurungkan niat operasi tulang belakang karena takut dengan prosesnya yang dianggap rumit, penuh risiko, dan memerlukan pemulihan panjang. Padahal, tidak semua operasi tulang belakang harus dilakukan dengan sayatan besar dan rawan komplikasi.
Perkembangan teknologi kedokteran kini menghadirkan teknik Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS), metode minimal invasif yang dapat mengatasi masalah tulang belakang dengan trauma jaringan lebih kecil, rasa nyeri berkurang, dan pemulihan jauh lebih cepat.
BESS bekerja menggunakan dua jalur endoskopi, satu untuk kamera, satu lagi untuk instrumen bedah. Aehingga dokter memiliki pandangan jelas terhadap area operasi sekaligus keleluasaan untuk melakukan tindakan dengan presisi tinggi.
Cara ini meminimalkan kerusakan jaringan otot dan ligamen di sekitar tulang belakang. Pasien dapat bangun dan bergerak lebih cepat pasca operasi. Dibanding metode konvensional, risiko perdarahan dan infeksi juga lebih rendah.
Penyakit tulang belakang yang sering ditangani dengan BESS di antaranya HNP (hernia nukleus pulposus), yang lebih dikenal dengan istilah saraf terjepit. Kondisi ini terjadi ketika bantalan di antara ruas tulang belakang bergeser atau pecah, menekan saraf, dan menimbulkan nyeri hebat.
BESS juga efektif untuk mengatasi penyempitan kanal tulang belakang (stenosis), kista, hingga beberapa kasus tumor kecil di area tersebut.
“Sehingga pasien lebih cepat sembuh, lebih bisa langsung pulang. Jadi cepat pulang, jadi stigma yang di jaman dulu bahwa operasi spain, operasi tulang belakang itu membuat kelumpuhan. Kita ingin menghilangkan stigma tersebut," jelas dr. Dimas Rahman, SpBS, MARS, FTB, FINSS, Spesialis Bedah Saraf Sigma Sigma Brain & Spine Center di RS Jakarta, Jumat (15/8).
Dia menambahkan, teknik ini sangat membantu pasien yang ingin kembali beraktivitas normal lebih cepat. Sejak lima tahun lalu, setidaknya sudah ada 5.000 pasien yang mengakses layanan BESS ini. Tingkat keberhasilannya, kata dr. Dimas, cukup meyakinkan.
"Angka keberhasilannya untuk tindakan BESS ini di atas 95%. Bahkan mungkin hampir, kalau kita bilang 100 persen sih tidak mungkin, tapi di atas 95%," ucap dr Dimas.
Dengan tingkat keberhasilan tindakan pengobatan penyakit tulang belakang itu, untuk pertama kali 1st Biportal Endoscopic Spine Course in Indonesia digelar pada 15–16 Agustus 2025 di RS Jakarta. Acara ini menghadirkan pakar BESS asal Korea Selatan dr. Daejung Choi dan dr. Sung Won Cho.
Serta tim National Faculty yang terdiri dari Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS (K), Subspes. N-TB, FINSS, FINPS, AAK, dr. Danu Rolian, Sp.BS, FINSS, FINPS, dr. Dimas Rahman, Sp.BS, MARS, FTB, FINSS, dan dr. Deni Nasution, Sp.BS (K) Spine.
“Workshop ini akan menjadi pengalaman langsung yang sangat berharga untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam teknik minimal invasif yang semakin menjadi standar global dalam penanganan kasus tulang belakang," ucap dr. Wawan.
"Jadi memungkinkan peserta dapat menguasai teknik endoskopi tulang belakang, BESS khususnya, dengan berbagai akses seperti transforaminal atau interlaminar,” sambung dia.
Dia menegaskan bahwa dalam dua hari ini dirinya yakin nanti para dokter spesialis bedah saraf yang hadir akan mampu mengimplementasikan teknik endoskopi tulang belakang ini secara efektif.
"Sehingga dapat memberikan perbaikan kualitas hidup para pasiennya," tandas dr. Wawan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
