Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 03.30 WIB

Jangan Sepelekan Sering Diare, Bisa jadi Gejala Penyakit Radang Usus, Kata Dokter

Sering diare bisa jadi salah satu tanda radang usus. (istimewa) - Image

Sering diare bisa jadi salah satu tanda radang usus. (istimewa)

JawaPos.com – Jangan anggap enteng jika Anda sering mengalami diare, terutama jika disertai nyeri perut, buang air besar berdarah, atau penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya. Menurut para ahli, gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda dari penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD), kondisi autoimun kronis yang menyerang sistem pencernaan dan bisa berdampak serius bila tidak segera ditangani.

Prof. dr. Marcellus Simadibrata, PhD, Sp.PD-KGEH, FACG, FASGE, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Abdi Waluyo menjelaskan bahwa IBD terbagi dalam tiga tipe utama: Ulcerative Colitis (UC), Crohn’s Disease (CD), dan Colitis Indeterminate (Unclassified).

Masing-masing memiliki risiko komplikasi berat. UC bisa menyebabkan pembengkakan beracun pada usus besar (toxic megacolon), perforasi usus, hingga meningkatkan risiko kanker usus besar. Sementara CD dapat memicu sumbatan saluran usus, malnutrisi, fistula, hingga robekan anus (fissura anal).

“Jika tidak ditangani, penyakit ini bisa mengakibatkan penggumpalan darah, peradangan kulit, mata, sendi, dan komplikasi lain yang berujung pada kematian,” ujar Prof. Marcel, Kamis (31/7).

Gejala IBD sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa, seperti diare, sehingga banyak pasien datang terlambat untuk mendapatkan penanganan. Padahal, Prof. Marcel menyebut diagnosis dini sangat penting agar penanganannya efektif dan bisa mencegah kerusakan organ.

Diagnosis IBD sendiri mencakup evaluasi menyeluruh mulai dari pemeriksaan feses dan darah, hingga endoskopi dan pencitraan seperti CT Scan atau MRI. Penanganan IBD pun harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya, mulai dari terapi obat (oral maupun injeksi), hingga operasi jika diperlukan. Selain itu, pendekatan holistik termasuk terapi gizi, dukungan psikologis, dan pengawasan jangka panjang juga sangat dibutuhkan.

Menurut Prof. Marcel, kesadaran masyarakat terhadap IBD di Indonesia masih tergolong rendah. Banyak yang tidak tahu bahwa IBD merupakan penyakit sistemik, bukan sekadar masalah pencernaan. Sebuah studi global bahkan mencatat peningkatan jumlah penderita IBD dari 3,7 juta pada 1990 menjadi 6,8 juta pada 2017. Angka kematian pun tercatat lebih tinggi pada pasien IBD dibanding populasi umum, yakni 17,1 per 1000 orang per tahun.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap persoalan ini, RS Abdi Waluyo mendirikan IBD Center, pusat layanan terpadu khusus untuk pasien penyakit radang usus pertama di Indonesia. IBD Center ini tidak hanya memberikan layanan medis dari berbagai spesialisasi seperti gastroenterologi, bedah digestif, nutrisi, dan psikologi, tapi juga menyatukan edukasi, riset, dan kolaborasi nasional hingga internasional.

Salah satu wujud komitmennya adalah kerja sama jangka panjang dengan University of Chicago, pusat riset IBD terkemuka dunia.

Ke depannya, IBD Center RS Abdi Waluyo juga akan berkolaborasi dengan R. Simadibrata Gastroenterology Hepatology Center untuk memperluas cakupan layanan di bidang saluran pencernaan. Selain menyelenggarakan webinar ilmiah untuk tenaga medis, IBD Center juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat awam, termasuk dalam bentuk seminar gratis, guna mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan perawatan penyakit radang usus.

“RS Abdi Waluyo berkomitmen terhadap kesehatan pasien dengan meningkatkan kesadaran pasien terkait penyakit radang usus (IBD) di Indonesia, menyediakan akses bagi pengobatan inovatif, serta bermitra dengan asosiasi medis untuk meningkatkan pengetahuan, diagnostik, dan tatalaksana," kata Pendiri utama RSAW dr. Sutrisno T. Subagyo, Sp.PD-JP.

"Hal ini menjadi dasar bagi kami membangun IBD Center, untuk meningkatkan perawatan dan hasil yang baik untuk pasien," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore