Ilustrasi orang yang main handphone di toilet.
JawaPos.com - Di era digital, banyak orang terbiasa membawa ponsel ke mana-mana, termasuk ke kamar mandi. Aktivitas buang air besar (BAB) yang seharusnya selesai dalam hitungan menit, kini jadi molor karena asyik scroll media sosial.
Padahal, kebiasaan duduk terlalu lama di toilet bisa berdampak serius terhadap kesehatan saluran cerna, terutama memicu ambeien.
“Proses BAB itu sebenarnya melibatkan sistem yang kompleks. Saat feses sudah penuh, usus mengirim sinyal ke otak. Kalau otaknya tidak fokus, misalnya karena main HP, maka perintah untuk mengejan tidak optimal,” jelas dr Iwan Kristian SpB KBD.
Ia menekankan bahwa BAB bukan sekadar aktivitas fisik, tapi orkestrasi yang melibatkan otak, otot perut, usus besar, hingga otot panggul.
Jika proses ini terganggu karena tidak fokus, tubuh akan kesulitan mengeluarkan feses. Akibatnya, seseorang cenderung mengejan lebih kuat dan lama. “Lama-lama jaringan di area dubur bisa kendor. Terutama jaringan hemoroid atau ambeien. Ini sebabnya duduk terlalu lama saat BAB sangat berisiko memicu atau memperparah ambeien,” ungkap dokter spesialis bedah digestif National Hospital itu.
Posisi duduk di toilet juga memperparah keadaan. Berbeda dengan jongkok yang memberi tekanan ideal untuk proses BAB, posisi duduk membuat area dubur menggantung tanpa penopang. “Bayangkan duduk lama dalam posisi menggantung dan sambil mengejan kuat. Jaringan ambeien bisa turun atau melorot,” ujarnya.
Selain ambeien, duduk terlalu lama di toilet bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit. Feses yang terlalu lama tertahan bisa mengeras, dan saat dikeluarkan bisa menimbulkan luka di anus.
“Kondisi ini disebut fisura ani, yakni robekan pada jaringan mukosa anus karena feses yang keras,” imbuhnya.
Duduk lama di toilet tentu juga buang-buang waktu. Idealnya, proses BAB cukup 5–10 menit saja. “Kalau sudah lebih dari itu, berarti ada yang salah, bisa dari gaya hidup atau proses koordinasi tubuhnya yang terganggu,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan agar kebiasaan baik BAB dibentuk sejak dini melalui toilet training yang benar pada anak.
Banyak gangguan BAB pada orang dewasa berakar dari kebiasaan masa kecil. “Kalau sejak kecil tidak terbiasa BAB teratur, otak tidak terbiasa mengenali sinyal untuk buang air. Akibatnya, di usia dewasa sering terjadi gangguan BAB,” kata dr Iwan.
Jika sudah mencoba untuk fokus saat BAB, misalnya tidak bawa HP, tapi masih sulit keluar dan akhirnya tetap lama di toilet, artinya ada masalah lain, seperti konstipasi kronis.
“Bisa jadi ususnya memang malas bergerak. Jadi tidak ada dorongan untuk BAB,” kata dr Iwan.
Proses BAB, menurutnya, seperti orkestra. “Kalau satu instrumen saja kacau, entah otot tidak rileks, usus tidak dorong, atau otak tidak fokus, maka prosesnya tidak berjalan baik. Maka penting untuk membangun rutinitas yang mendukung, dari gaya hidup hingga kebiasaan saat di toilet,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
