
Ilustrasi perempuan yang marah karena menunggu orang yang terlambat. (cookie_studio/Freepik)
JawaPos.com - Di Indonesia, istilah ‘jam karet’ sudah lama menjadi lelucon sekaligus kenyataan pahit yang lekat dalam keseharian. Bilangnya on the way, padahal baru bangun.
Namun, tahukah kamu? Menurut laporan Fox News pada Senin (14/7), sering terlambat bisa menjadi tanda adanya gangguan mental.
Gangguan ini membuat seseorang kesulitan memperkirakan waktu, sehingga terus-menerus terjebak dalam siklus keterlambatan yang berdampak pada pekerjaan, hubungan sosial, hingga kualitas hidup.
Kondisi gangguan mental ini umum disebut dengan time blindness atau buta waktu.
Akibatnya, pengidap kerap salah memperhitungkan durasi aktivitas, melewatkan tenggat waktu, hingga datang terlambat. Kondisi ini bisa terjadi karena gangguan neurologis dan mental tertentu.
Menurut seorang psikiater dari Henry Ford Health di Detroit, dr. Mauran Sivananthan gejala utama time blindness adalah ketidakmampuan untuk memperkirakan rentang waktu. Hal ini mengganggu kemampuan otak dalam merencanakan aktivitas harian secara efektif.
Selanjutnya analis perilaku bersertifikat dari California, Laurie Singer menjelaskan bahwa penderita time blindness sering kali tidak menyadari berapa banyak waktu yang telah berlalu atau tersisa selama menjalankan suatu aktivitas.
Pengidap juga dapat mengalami hyperfocus atau terlalu tenggelam dalam satu kegiatan hingga kehilangan kesadaran waktu sepenuhnya.
Dilansir dari Fox News, kondisi ini kerap dikaitkan dengan ADHD, autisme, OCD, depresi, kecemasan, cedera otak traumatis, hingga penyakit seperti Parkinson dan multiple sclerosis.
Meskipun belum tercantum secara resmi dalam manual diagnosis gangguan mental (DSM-5), kesulitan dalam mengatur waktu menjadi salah satu kriteria umum pada penderita ADHD.
Sehingga, untuk mengatasi time blindness, para ahli menyarankan strategi seperti menggunakan timer, membentuk rutinitas harian yang konsisten, membagi tugas besar menjadi bagian kecil, serta menjalani terapi secara berkala.
Kebiasaan terstruktur ini dapat membantu otak menciptakan ritme dan mengurangi beban kognitif.
Keterlambatan yang berulang bisa sangat mengganggu dan menjadi sinyal adanya gangguan serius pada fungsi eksekutif otak.
Jadi, hati-hati, kalau kamu sangat sering telat walau sudah niat datang tepat waktu, mungkin ini bukan tanda malas atau kurang disiplin. Bisa jadi otakmu memang butuh bantuan untuk ‘melihat waktu’ dengan lebih jelas.
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
