Ilustrasi nyamuk. (National Institute of Allergy and Infectious Diseases/Flickr).
JawaPos.com – Pernahkah kamu dikerubungi nyamuk saat berada di keramaian, sementara orang-orang di sekitarmu tidak? Ternyata, ada alasan ilmiah di baliknya, lho!
Nyamuk tampaknya tidak sembarangan memilih siapa yang akan digigit, mereka sering kali menghindari sebagian orang meskipun berada di lingkungan yang sama.
Fenomena ini bukan sekadar persepsi, melainkan didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah yang mengidentifikasi berbagai faktor mengapa nyamuk sering menggigit satu individu daripada yang lainnya.
Penasaran? Seperti dilansir dari Bestlifeonline.com, yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini!
Sering dengar klaim yang mengatakan bahwa nyamuk lebih menyukai golongan darah tertentu? Klaim ini ternyata benar adanya, lho.
Beberapa bukti eksperimental menyatakan bahwa orang dengan golongan darah O lebih sering digigit nyamuk daripada orang dengan golongan darah A atau B.
Sebuah studi tahun 2004 menemukan nyamuk menghisap darah pada golongan darah O hampir dua kali lebih sering dibanding golongan darah lain. Dalam penelitian tersebut, sekitar 85% orang ditemukan mengeluarkan bahan kimia khas melalui kulit sesuai golongan darah mereka. Sehingga, sekresi semacam ini menarik lebih banyak nyamuk.
Baca Juga: Jadi Pemain Baru Real Madrid, Trent Alexander-Arnold Bahas Potensi Persaingan Dengan Dani Carvajal
Setiap orang memiliki aroma unik yang dapat membuat mereka lebih menarik bagi nyamuk. Faktanya, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Virginia Tech pada 2023 menemukan bahwa orang yang menggunakan sabun mandi dan parfum beraroma manis, seperti bunga atau buah lebih mungkin digigit nyamuk.
Hal ini dikarenakan nyamuk secara alami cenderung mencari sumber nektar, yang bisa ditemukan pada bunga. Sehingga, ketika seseorang menggunakan produk beraroma manis, nyamuk merasa bahwa ada sumber makanan di dekatnya.
Pakaian berwarna gelap yang menyerap panas dapat membuat kamu lebih disukai nyamuk daripada orang di sekitarmu.
Sebuah studi tahun 2022 yang dilakukan oleh University of Washington mengungkapkan bahwa ketika nyamuk mendeteksi CO2, mereka dapat memindai warna tertentu dan pola visual lainnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
