
Ilustrasi frekuensi makan. (Freepik)
Orang yang makan lebih sering cenderung memiliki kualitas diet yang lebih baik.
Kelompok ini umumnya mengonsumsi lebih banyak sayur, buah, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak, serta mengurangi asupan natrium dan gula tambahan.
Para peneliti dalam studi tahun 2020 menemukan frekuensi makan sekitar tiga kali sehari dikaitkan dengan kualitas diet yang lebih tinggi.
Meski begitu, perbedaan definisi antara "makan" dan "camilan" dalam berbagai studi dapat memengaruhi interpretasi hasil.
Menentukan pola makan yang tepat tidak hanya bergantung pada jumlah waktu makan, tetapi juga pada kualitas asupan dan kebutuhan masing-masing individu.
Setiap orang memiliki kondisi tubuh, gaya hidup, dan tujuan kesehatan yang berbeda, sehingga pola makan yang sesuai bagi satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.
Dengan memahami fakta ilmiah di balik frekuensi makan, keputusan dalam mengatur pola makan harian dapat dilakukan secara lebih bijak dan tepat sasaran. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
