Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 04.22 WIB

Makan Sedikit Tapi Sering vs Banyak Tapi Jarang, Mana yang Lebih Sehat?

Ilustrasi frekuensi makan. (Freepik) - Image

Ilustrasi frekuensi makan. (Freepik)

Orang yang makan lebih sering cenderung memiliki kualitas diet yang lebih baik.

Kelompok ini umumnya mengonsumsi lebih banyak sayur, buah, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak, serta mengurangi asupan natrium dan gula tambahan.

Para peneliti dalam studi tahun 2020 menemukan frekuensi makan sekitar tiga kali sehari dikaitkan dengan kualitas diet yang lebih tinggi.

Meski begitu, perbedaan definisi antara "makan" dan "camilan" dalam berbagai studi dapat memengaruhi interpretasi hasil.

Menentukan pola makan yang tepat tidak hanya bergantung pada jumlah waktu makan, tetapi juga pada kualitas asupan dan kebutuhan masing-masing individu.

Setiap orang memiliki kondisi tubuh, gaya hidup, dan tujuan kesehatan yang berbeda, sehingga pola makan yang sesuai bagi satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

Dengan memahami fakta ilmiah di balik frekuensi makan, keputusan dalam mengatur pola makan harian dapat dilakukan secara lebih bijak dan tepat sasaran. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore