
Ilustrasi bahan tradisional jamu herbal. (Istimewa).
JawaPos.com-Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang sakit sebaiknya diberi obat. Namun demikian, pemberian obat-obatan pada anak harus menghubungi dokter terlebih dahulu atau mendapat resep dari ahli.
Tujuannya supaya aman. Memberikan obat-obatan pada anak juga tidak bisa sembarangan. Mengutip Kementerian Kesehatan (Kemenkes), anak-anak harus diberi obat sesuai dosisnya.
Selain itu, jika terlalu sering juga tidak baik. Pemberian obat yang terlalu sering, dosis yang terlalu tinggi, justru obat bisa menjadi racun yang bisa membahayakan kesehatan anak.
Alternatif lainnya, banyak orang tua kemudian memberikan jamu herbal kepada anak. Pertanyaan berikutnya, apakah boleh anak-anak meminum jamu herbal? Apalagi, meminum jamu herbal merupakan warisan tradisional masyarakat Indonesia.
Di Indonesia, jamu merupakan ramuan yang berasal tumbuhan obat yang telah digunakan secara turun-temurun. Bahan-bahan yang umum digunakan untuk membuat jamu adalah jahe, temulawak, kencur, dan kunyit.
Salah satu tujuan pemberian jamu herbal untuk anak adalah klaim bahwa minuman ini bisa menambah nafsu makan. Anak-anak kerap mengalami masalah susah makan dan hal ini memang bisa membuat pusing para ibu. Alhasil, tidak sedikit ibu yang mencoba jamu untuk meningkatkan nafsu makan anak.
Atau bisa juga untuk meredakan penyakit lainnya seperti batuk, perut kembung, sakit tenggorokan dan beberapa lainnya. Apakah aman?
Melansir Alodokter, memberikan jamu kepada anak boleh-boleh saja, tetapi ada aturannya. Jamu jelas tidak boleh diberikan kepada anak berusia di bawah 6 bulan, karena pada usia ini anak hanya butuh nutrisi dari ASI atau susu formula.
Batasan umur anak untuk minum jamu ditentukan berdasar kandungannya. Sebagian besar jamu diracik dengan lebih dari satu bahan. Inilah mengapa penting bagi orang tua untuk memilih jamu yang kandungannya jelas.
Misalnya, jamu yang mengandung jahe tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah 6 tahun. Jahe sebenarnya baik untuk pencernaan. Namun, rasa jahe yang pedas dan tajam bisa menyebabkan nyeri ulu hati pada anak, terutama bila diberikan dalam jumlah banyak atau sering.
Sementara itu, jamu yang mengandung kunyit, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi anak usia di bawah 12 tahun. Kunyit diketahui dapat mencegah penyerapan zat besi di usus. Hal ini dapat memperbesar risiko terjadinya anemia defisiensi besi pada anak, apalagi anak yang susah makan.
Untuk bahan-bahan jamu lainnya, seperti temulawak dan kencur, bukti yang menunjukkan manfaat dan efek samping penggunannya pada anak-anak masih sangat terbatas. Ditambah lagi, dosis bahan jamu di atas yang efektif dan aman untuk anak pun belum benar-benar diketahui.
Omong-omong soal jamu herbal, Temoo, Jenama pendatang baru yang memiliki produk unggulan berupa jamu herbal anak dengan kandungan rempah-rempah asli Indonesia menyebut, salah satu jamu herbal anak miliknya yakni Hap Hap Madu Jamu, aman untuk anak-anak yang fibuktikan juga dengan beberapa penghargaan.
Juan Adiputra Kartawidjaja, founder dan CEO Temoo menjelaskan, awal mula pengembangan produk ini berangkat dari banyaknya cerita para orang tua yang mengeluhkan anak mereka mengalami penurunan nafsu makan atau dikenal dengan istilah gerakan tutup mulut (GTM) yang berujung pada berat badan yang tidak ideal.
Beberapa kandungan utama alami dalam jamu herbal tersebut yakni yaitu Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Ikan Sidat (Unagi), Kencur, Adas dan ekstrak herbal lainnya ke dalam bentuk madu jamu yang mudah dikonsumsi dan disukai anak-anak.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
