Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 23.35 WIB

Jangan Anggap Sepele Gangguan Makan pada Anak, Kenali Faktor Pencetusnya dan Cara Mengatasinya

ilustrasi anak makan buah. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi anak makan buah. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Gangguan makan pada anak memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua pada tahapan tubuh kembangnya. Pada umumnya, gangguan makan pada anak mulai ditemukan pada usia 1 tahun hingga 5 tahun. Di mana, usia tersebut harusnya anak harus mengosumsi makanan maksimal untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Untuk itu, gangguan makan pada anak tidak boleh disepelekan. Sebab, jika anak yang menurun nafsu makannya lalu berlarut-larut tanpa perawatan yang tepat bisa mengganggu tumbuh kembangnya. Bahkan berisiko tinggi mengalami stunting.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), stunting terjadi akibat kekurangan asupan gizi kronis dalam jangka waktu panjang. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata usianya dan berisiko mengalami penurunan fungsi kognitif.

Sedangkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anak yang mengalami kesulitan makan berisiko tinggi mengalami gizi kurang hingga buruk, yang dapat berdampak langsung pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga sistem kekebalan tubuh anak.

Anak yang mengalami defisiensi nutrisi penting juga lebih rentan terhadap gangguan perilaku, seperti mudah marah, cemas, dan kesulitan tidur. Bahkan, studi yang dimuat dalam jurnal Pediatrics pada 2022 menyebutkan, pola makan yang buruk berhubungan dengan risiko depresi dan gangguan perilaku di kemudian hari.

Di Indonesia sendiri, masalah gangguan makan dilaporkan oleh banyak orang tua, termasuk melalui posyandu dan layanan konsultasi dokter anak. Bahkan sering dialami usia balita baik di kota besar maupun desa.

Lantas apa yang menyebabkan gangguan makan pada anak?

Sebenarnya, sda banyak faktor yang dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makan. Seperti tumbuh gigi, sakit flu atau batuk, bosan dengan menu makanan, gangguan pencernaan ringan, hingga stres karena perubahan lingkungan. Bahkan kekurangan vitamin dan mineral tertentu seperti zinc, vitamin B, dan zat besi juga bisa menyebabkan anak tidak nafsu makan.

Tapi memang, menemukan masalah gangguan makan pada anak dan cara mengatasinya diperlukan konsultasi dengan dokter anak hingga pemantauan pada makanan yang dimakan.

Diungkapkan CEO Paramorina, Evy Kusumaningtyas, mengatasi masalah nafsu makan tidak cukup hanya dengan memaksa anak untuk makan. Justru hal tersebut bisa membuat anak makin stress dna menolak untuk makan.

Menurutnya, pendekatan yang lebih efektif adalah dengan menciptakan suasana makan yang menyenangkan, memberikan variasi makanan dengan tampilan menarik ,dan menambahkan asupan vitamin alami untuk membantu menstimulasi nafsu makan.

Cara lain untuk mengatasi masalah tersebut adalah memberikan suplemen khusus. Salah satunya adalah Paramorina PE-D yang bisa dikonsumsi dari usia 6 bulan.

“Suplemen ini bertujuan untuk membantu meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pola makan, serta mendukung proses belajar berjalan pada anak,” kata CEO Paramorina, Evy Kusumaningtyas.

Paramorina PE-D mengandung bahan-bahan alami yang dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan anak. Antara lain temulawak, moringa, kunyit, jintan hitam dan sari kurma. Dengan tekstur cair yang tidak terlalu kental atau encer, sehingga memudahkan konsumsi oleh anak-anak,” kata Evy.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore