
Anak kecil yang mengalami stres. (Pexels/Photo by Mikhail Nilov)
JawaPos.com - Stres adalah bagian alami dari kehidupan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Namun, tidak semua stres berdampak sama.
Ketika stres terjadi secara intens dan berkepanjangan tanpa adanya dukungan dari orang dewasa yang dipercaya, kondisi ini bisa berkembang menjadi toxic stress—sebuah bentuk stres yang dapat mengganggu perkembangan otak serta kesehatan fisik dan mental anak dalam jangka panjang.
Dilansir dari Healthline pada Minggu (25/05), toxic stress umumnya muncul akibat pengalaman traumatis di masa kanak-kanak yang tidak ditangani dengan baik. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu toxic stress, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, dampaknya terhadap kesehatan, hingga langkah-langkah mendukung anak yang mengalaminya.
Apa Itu Toxic Stress?
Toxic stress adalah respons stres berat yang terjadi secara berkepanjangan dan tanpa adanya dukungan dari orang dewasa yang dipercaya, seperti orang tua atau pengasuh. Stres semacam ini umumnya dialami oleh anak-anak yang tidak memiliki sistem dukungan emosional saat menghadapi situasi traumatis atau pengalaman buruk dalam hidupnya.
Pengalaman buruk yang bisa memicu toxic stress dikenal sebagai Adverse Childhood Experiences (ACEs). Ini adalah peristiwa traumatis yang terjadi sebelum usia 18 tahun. Contohnya termasuk kekerasan fisik, seksual, atau emosional; pengabaian; menyaksikan kekerasan di rumah; perceraian orang tua; tinggal bersama anggota keluarga yang memiliki gangguan mental atau kecanduan; hingga pengalaman diskriminasi, kemiskinan, atau kehilangan orang tua.
Tanpa pendampingan dan kenyamanan dari orang dewasa, anak-anak tidak mampu membangun keterampilan untuk mengendalikan respons stres tubuhnya. Akibatnya, sistem stres tubuh mereka akan terus aktif, yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak dan tubuh.
Tanda-Tanda Anak Mengalami Toxic Stress
Toxic stress tidak selalu terlihat jelas. Namun, ada beberapa tanda yang bisa membantu orang tua atau pengasuh mengidentifikasi apakah seorang anak sedang mengalaminya:
Tanda-tanda ini bisa bervariasi tergantung usia anak, tetapi bila berlangsung terus-menerus, penting untuk segera mencari bantuan profesional.
Dampak Toxic Stress terhadap Kesehatan
Dampak toxic stress tidak hanya bersifat jangka pendek. Jika tidak ditangani, stres ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental dan fisik, bahkan hingga anak tumbuh dewasa.
Baca Juga: Stres vs Burnout: Pahami Perbedaannya agar Tidak Salah Menangani Masalah Kesehatan Mental Anda
Penelitian menunjukkan bahwa trauma masa kecil yang terjadi dalam tiga tahun pertama kehidupan berkaitan dengan risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit kronis, seperti:
Selain itu, toxic stress juga berpengaruh pada kesehatan mental anak. Mereka lebih rentan mengalami:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
