Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 05.20 WIB

Mengenal Dermatitis Atopik pada Anak: Gangguan Kulit yang Bisa Hambat Tumbuh Kembang

Dermatitis atopik pada anak dapat ganggu tumbuh kembang. (Pexels.com) - Image

Dermatitis atopik pada anak dapat ganggu tumbuh kembang. (Pexels.com)

JawaPos.com – Kulit kering dan gatal adalah masalah kulit umum yang banyak dialami orang.

Namun, jika keluhan ini berlangsung terus-menerus, bisa jadi itu bukan sekadar kulit kering biasa, melainkan tanda gangguan kulit yang lebih kompleks seperti eksim atau dermatitis atopik.

Eksim adalah istilah umum untuk berbagai kondisi inflamasi pada kulit yang menyebabkan kemerahan, gatal, dan pengelupasan.

Sedangkan dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang sering terjadi pada anak, ditandai dengan gatal, ruam, dan kulit kering.

Dermatitis atopik adalah kondisi yang umum terjadi pada anak dan dapat mempengaruhi tumbuh kembang. Penyakit ini ditandai dengan peradangan kulit dan rasa gatal yang mengganggu,” jelas dr. Triana Agustin, Sp. D.V.E, Subsp. D.A., dalam kanal youtube RS Pondok Indah.

Dermatitis atopik adalah jenis eksim kronis yang sering muncul sejak masa kanak-kanak dan terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif terhadap pemicu tertentu.

Selain menimbulkan rasa gatal dan ketidaknyamanan, dermatitis atopik juga dapat berdampak pada kualitas hidup dan tumbuh kembang anak jika tidak ditangani dengan tepat.

“Gejala dermatitis atopik dapat mengganggu pola makan dan tidur anak, menyebabkan dampak negatif pada kualitas hidup mereka,” jelas dr. Triana.

Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di Pediatric Dermatology Journal 2024, dermatitis atopik tidak hanya mempengaruhi kondisi kulit.

Dermatitis atopik juga dapat mengganggu pola tidur dan konsentrasi anak, yang berpotensi memperlambat perkembangan kognitif dan fisik.

Dermatitis atopik adalah bentuk eksim kronis yang menyebabkan kulit anak menjadi sangat kering, merah, dan gatal.

Penyebabnya adalah kombinasi faktor genetik, gangguan fungsi pelindung kulit, serta reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap alergen dan iritan.

“Penyebab dermatitis atopik bersifat multifaktor, termasuk faktor genetik dan alergi terhadap makanan atau debu,” jelas dr. Triana Dokter.

Studi dari Sleep Medicine 2023 menunjukkan bahwa anak dengan dermatitis atopik berat memiliki risiko gangguan tidur hingga 70 persen.

Gangguan tidur kronis ini dapat menyebabkan kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan performa belajar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore