
Dermatitis atopik pada anak dapat ganggu tumbuh kembang. (Pexels.com)
JawaPos.com – Kulit kering dan gatal adalah masalah kulit umum yang banyak dialami orang.
Namun, jika keluhan ini berlangsung terus-menerus, bisa jadi itu bukan sekadar kulit kering biasa, melainkan tanda gangguan kulit yang lebih kompleks seperti eksim atau dermatitis atopik.
Eksim adalah istilah umum untuk berbagai kondisi inflamasi pada kulit yang menyebabkan kemerahan, gatal, dan pengelupasan.
Sedangkan dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang sering terjadi pada anak, ditandai dengan gatal, ruam, dan kulit kering.
“Dermatitis atopik adalah kondisi yang umum terjadi pada anak dan dapat mempengaruhi tumbuh kembang. Penyakit ini ditandai dengan peradangan kulit dan rasa gatal yang mengganggu,” jelas dr. Triana Agustin, Sp. D.V.E, Subsp. D.A., dalam kanal youtube RS Pondok Indah.
Dermatitis atopik adalah jenis eksim kronis yang sering muncul sejak masa kanak-kanak dan terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif terhadap pemicu tertentu.
Selain menimbulkan rasa gatal dan ketidaknyamanan, dermatitis atopik juga dapat berdampak pada kualitas hidup dan tumbuh kembang anak jika tidak ditangani dengan tepat.
“Gejala dermatitis atopik dapat mengganggu pola makan dan tidur anak, menyebabkan dampak negatif pada kualitas hidup mereka,” jelas dr. Triana.
Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di Pediatric Dermatology Journal 2024, dermatitis atopik tidak hanya mempengaruhi kondisi kulit.
Dermatitis atopik juga dapat mengganggu pola tidur dan konsentrasi anak, yang berpotensi memperlambat perkembangan kognitif dan fisik.
Dermatitis atopik adalah bentuk eksim kronis yang menyebabkan kulit anak menjadi sangat kering, merah, dan gatal.
Penyebabnya adalah kombinasi faktor genetik, gangguan fungsi pelindung kulit, serta reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap alergen dan iritan.
“Penyebab dermatitis atopik bersifat multifaktor, termasuk faktor genetik dan alergi terhadap makanan atau debu,” jelas dr. Triana Dokter.
Studi dari Sleep Medicine 2023 menunjukkan bahwa anak dengan dermatitis atopik berat memiliki risiko gangguan tidur hingga 70 persen.
Gangguan tidur kronis ini dapat menyebabkan kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan performa belajar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
