Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 16.20 WIB

Kenali Gejala Awal Kebocoran Jantung, Risiko Kematian Bisa Ditekan dengan Penanganan yang Tepat

Ilustrasi jantung manusia. (SingHealth) - Image

Ilustrasi jantung manusia. (SingHealth)

JawaPos.com - Selain jantung koroner atau gagal jantung, jenis penyakit jantung lainnya yang perlu diwaspadai adalah kebocoran jantung.

Jantung bocor adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut kelainan jantung akibat lubang pada sekat jantung. 

Kondisi tersebut sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena jarang menimbulkan gejala spesifik. Meski demikian, penyakit jantung jenis ini cukup berbahaya.

Sebab, kebocoran jantung bisa menyebabkan kematian. Kematian akibat kebocoran jantung dapat terjadi, terutama jika tidak ditangani dengan tepat. Kebocoran katup jantung yang parah dapat menyebabkan gagal jantung, stroke, dan kematian mendadak.

Namun, sebelum semakin parah, ada gejala-gejala dari kebocoran jantung yang bisa dirasakan oleh si pasien. Bahkan tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak bayi.

Perlu diketahui, katup jantung manusia terdiri dari empat bagian, yaitu pulmonal, trikuspid, aorta, dan mitral.

Katup jantung berperan dalam mengendalikan aliran darah dari ruang jantung satu ke ruang jantung lainnya. Katup jantung juga memiliki dua atau tiga kelopak yang dapat menutup dan membuka.

Kelopak tersebut akan terbuka ketika darah dipompa menuju ruang jantung berikutnya atau keluar dari jantung untuk mencapai organ lain melalui aorta, dan akan menutup dengan sendirinya untuk mencegah darah kembali ke jantung.

Akan tetapi, pada beberapa kasus, katup jantung tersebut tidak dapat menutup dengan sempurna. Alhasil, aliran darah yang seharusnya dipompa ke organ lain justru kembali ke jantung dan menyebabkan kondisi yang disebut jantung bocor.

Seperti sudah disinggung di atas, jantung bocor dapat terjadi secara mendadak. Beberapa gejala yang biasanya dialami oleh penderita jantung bocor adalah palpitasi jantung atau rasa jantung berdebar dan sesak napas.

Kelelahan dan lemas parah yang intens juga bisa menjadi gejala penyakit jantung bocor. Karena gejala tersebut, sering kali si pasien jadi sulit beraktivitas secara normal. Atau bisa juga tiba-tiba merasakan pembengkakan (edema) pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.

Pusing, mual, nyeri dada dan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba juga bisa jadi gejala yang perlu diwaspadai. Sering batuk-batuk, terutama saat malam hari dan peningkatan berat badan secara signifikan juga sering menjadi gejala yang banyak dirasakan pasien penyakit jantung bocor.

Untungnya, dunia medis terus berkembang. Salah satunya melalui hadirnya zero fluoroscopy, yaitu teknik intervensi jantung tanpa sinar-X.

Dr. dr. Sidhi Laksono, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, MARS, MH, CPHM, FISQUA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi intervensi RS Siloam Jantung Diagram menjelaskan, zero fluoroscopy adalah prosedur intervensi non-bedah yang tidak menggunakan sinar radiasi. 

"Untuk memandu tindakan, kami menggunakan modalitas pencitraan lain seperti TEE (Trans-Esophageal Echocardiogram), yang memberikan tampilan struktur jantung secara detail. Ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan ginjal karena tidak perlu zat kontras,” jelas dr. Sidhi di Jakarta, Kamis (15/5).

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore