Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 13.10 WIB

Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya

ilustrasi Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya / freepik - Image

ilustrasi Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya / freepik

JawaPos.com - Makanan yang dimasak dengan cara dibakar memang memiliki cita rasa yang khas dan menggugah selera.

Dari sate, ayam bakar, hingga steak, banyak orang yang menggemari tekstur dan aroma yang dihasilkan dari proses pembakaran. Namun, tahukah Anda bahwa ada risiko kesehatan yang mengintai di balik makanan yang dibakar?

Dilansir dari laman YouTube Tirta PengPengPeng, proses pembakaran makanan dapat menghasilkan zat berbahaya yang berpotensi memicu kanker. Zat tersebut berasal dari bagian makanan yang gosong atau hangus akibat suhu tinggi.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana cara mengonsumsi makanan bakar agar tetap aman bagi kesehatan.

Meskipun tidak semua makanan yang dibakar otomatis menyebabkan kanker, kandungan senyawa karsinogenik di dalamnya patut diwaspadai.

Lantas, bagaimana sebenarnya proses terbentuknya zat berbahaya ini, dan bagaimana cara mengurangi risikonya? Berikut penjelasannya secara lengkap.

Zat Berbahaya dalam Makanan yang Dibakar

Makanan yang dimasak dengan cara dibakar, terutama yang menghasilkan bagian gosong atau kehitaman, mengandung senyawa bernama Heterocyclic Aromatic Amines (HAA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH).

Kedua zat ini dikategorikan sebagai karsinogen, yaitu senyawa yang dapat memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.

1. Heterocyclic Aromatic Amines (HAA)
HAA terbentuk ketika daging, ayam, atau ikan dimasak pada suhu tinggi dalam waktu lama.

Proses ini menyebabkan reaksi kimia antara asam amino, kreatin, dan panas, yang kemudian menghasilkan senyawa HAA.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus, zat ini dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar dan kanker lambung.

2. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH)
PAH terbentuk dari lemak atau minyak yang menetes ke bara api atau pemanggang panas, lalu menguap dan menempel pada permukaan makanan.

Senyawa ini sering ditemukan dalam makanan yang dibakar, terutama pada bagian yang berwarna hitam pekat atau gosong. PAH telah dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru, kulit, dan kandung kemih.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Kanker dari Makanan Bakar?

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore