
ilustrasi Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya / freepik
JawaPos.com - Makanan yang dimasak dengan cara dibakar memang memiliki cita rasa yang khas dan menggugah selera.
Dari sate, ayam bakar, hingga steak, banyak orang yang menggemari tekstur dan aroma yang dihasilkan dari proses pembakaran. Namun, tahukah Anda bahwa ada risiko kesehatan yang mengintai di balik makanan yang dibakar?
Dilansir dari laman YouTube Tirta PengPengPeng, proses pembakaran makanan dapat menghasilkan zat berbahaya yang berpotensi memicu kanker. Zat tersebut berasal dari bagian makanan yang gosong atau hangus akibat suhu tinggi.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana cara mengonsumsi makanan bakar agar tetap aman bagi kesehatan.
Meskipun tidak semua makanan yang dibakar otomatis menyebabkan kanker, kandungan senyawa karsinogenik di dalamnya patut diwaspadai.
Lantas, bagaimana sebenarnya proses terbentuknya zat berbahaya ini, dan bagaimana cara mengurangi risikonya? Berikut penjelasannya secara lengkap.
Zat Berbahaya dalam Makanan yang Dibakar
Makanan yang dimasak dengan cara dibakar, terutama yang menghasilkan bagian gosong atau kehitaman, mengandung senyawa bernama Heterocyclic Aromatic Amines (HAA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH).
Kedua zat ini dikategorikan sebagai karsinogen, yaitu senyawa yang dapat memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.
1. Heterocyclic Aromatic Amines (HAA)
HAA terbentuk ketika daging, ayam, atau ikan dimasak pada suhu tinggi dalam waktu lama.
Proses ini menyebabkan reaksi kimia antara asam amino, kreatin, dan panas, yang kemudian menghasilkan senyawa HAA.
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus, zat ini dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar dan kanker lambung.
2. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH)
PAH terbentuk dari lemak atau minyak yang menetes ke bara api atau pemanggang panas, lalu menguap dan menempel pada permukaan makanan.
Senyawa ini sering ditemukan dalam makanan yang dibakar, terutama pada bagian yang berwarna hitam pekat atau gosong. PAH telah dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru, kulit, dan kandung kemih.
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Kanker dari Makanan Bakar?

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
