
Ilustrasi bendera negara. (Pexels)
JawaPos.com- Isu kesehatan mental tengah menjadi pembicaraan yang hangat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan angka bunuh diri menjadi pendorong sejumlah negara untuk lebih serius dalam menyediakan akses kesehatan mental bagi warga negaranya.
Sebagian negara telah memberikan layanan kesehatan mental gratis untuk menangani gangguan mental. Mereka menggunakan pajak sebagai cara untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan mental yang layak.
Setiap negara memandang berbeda mengenai kesehatan mental. Di sejumlah budaya asia, orang-orang cenderung menghindari mencari pertolongan kesehatan mental karena khawatir mempermalukan keluarga.
Pada budaya afrika, mereka berkeyakinan bahwa gangguan kesehatan mental dikaitkan dengan kekuatan supranatural (ilmu sihir). Orang-orang yang mengalami masalah kesehatan mental dituduh sebagai penyihir yang dirasuki roh jahat. Sehingga tidak jarang mereka menjadi korban kekerasan atau bahkan dikucilkan oleh anggota keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Negara amerika latin menganggap kondisi kesehatan mental dibebankan oleh anggota keluarganya. Sementara itu, dalam beberapa budaya barat kesehatan manusia dipandang sebagai kesatuan yang holistik, mencangkup aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual.
Mengutip dari laman verywellmind.com berikut beberapa negara yang sudah menjadikan kesehatan mental sebagai inti dari program nasional negaranya.
India
Hanya 1 dari 20 orang yang mendapatkan perawatan kesehatan mental di India. Meski begitu, negara ini menjadi salah satu pelopor pertama yang mencetuskan program kesehatan mental nasional (19882) yang kemudian direformasi ulang di tahun 2003. Kebanyakan masyarakat India masih percaya pada mitos karma buruk dan kesurupan. Namun, saat ini banyak praktisi kesehatan mental yang lebih terbuka, ccara itu dilakukan dengan mengkombinasikan praktik spiritual dan terapi medis yang dilakukan untuk menyembuhkan gangguan mental.
Jepang
Pengobatan kesehatan mental di Jepang ditanggung oleh asuransi nasional. Pasien hanya membayar 30% dari terapi pengobatan. Meski demikian, masih banyak orang yang tidak mencari bantuan karena merasa tidak perlu.
Kolombia
Sejarah panjang karena konflik bersenjata, KDRT, dan kekerasan gangster, membuat banyak masyarakat kolombia mengalami trauma berat. Meski hukum mendukung layanan bagi korban kekerasan, namun masih banyak kendala pendanaan yang rendah dan koordinasi yang buruk.
Spanyol
Spanyol memiliki sistem kesehatan yang dibiayai pajak sebesar 71% dari sektor publik, dan 29% dari sektor swasta. Model perawatan di spanyol yang berbasis komunitas difokuskan pada pencegahan dan akses yang setara pada kesehatan mental. Tercatat pada tahun 2021 kesehatan mental warga spanyol meningkat sebesar 55,9% dibanding tahun sebelumnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
