Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 00.23 WIB

Menonton Berita Buruk dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental, Temukan Cara Menghindari Kewalahan Akibat Konsumsi Informasi Berlebihan

Ilustrasi berita di media cetak/freepik - Image

Ilustrasi berita di media cetak/freepik

JawaPos.com - Berita selalu menyajikan informasi terkini. Setiap beberapa menit berita selalu up to date menyajikan berbagai kabar. Mulai dari perkiraan cuaca, peristiwa bencana, dinamika politik, hingga situasi nasional maupun internasional. Tidak sedikit media yang juga menyisipkan informasi yang edukatif terkait hobi, edukasi, dan tips bermanfaat.

Topik yang sedang hangat biasanya mempengaruhi informasi pemberitaan. Mudahnya informasi saat ini membuat akses berita begitu mudah dilihat di berbagai platform media sosial.

Naasnya tidak semua informasi bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Banyak platform media yang lebih mengutamakan isu sensasional, isu negatif, berita hoaks, judul clickbait untuk menarik perhatian pembaca. Berita yang bersifat negatif tersebut sering memancing emosi. Tidak jarang media selalu memberikan berita yang bernuansa negatif.

Akibatnya, pengguna media sosial selalu mengalami doom scrolling, yang secara perlahan membuat mental seseorang menjadi kewalahan, akibat terus menerus menerima informasi tanpa henti. Gangguan ini bisa mempengaruhi tingkat fokus, pola tidur, waktu makan, dan tingkat stres seseorang.

Pada akhirnya, semua berada di tangan anda, hanya diri sendiri yang bisa menentukan batas sehat konsumsi berita. Untuk membantu mengatasinya, Jawa Pos sudah merangkum informasi dari laman verywellmind.com terkait pengaruh berita buruk dengan kondisi mental dan strategi mengurangi rasa kewalahan akibat terpapar informasi yang berlebihan.

Apakah menonton berita negatif dapat mempengaruhi kesehatan mental?

Informasi yang diserap setiap hari bisa mempengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan emosi seseorang. Paparan berita negatif secara terus menerus dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik yang memicu hormon adrenalin. Dalam kondisi mental yang berada di fase rawan, bisa berdampak pada rasa kewalahan, kecemasan, depresi, dan insomnia sebagai akibat mengkonsumsi berita negatif.

Arus informasi yang terus menerus, terutama yang bersifat negatif dapat meningkatkan stres dan memicu kecemasan serta gangguan tidur (insomnia). Algoritma media sosial membuat anda terjebak di dalam siklus berita negatif.

Meskipun bersifat up to date, terpapar informasi secara berlebihan bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik, emosional, dan mental. Aktivitas doom scrolling, atau scroll berita tanpa henti dapat mengganggu pola tidur, makan, konsentrasi, dan memperburuk kondisi mental.

Pada akhirnya, semua berada di tangan anda, hanya diri sendiri yang bisa menentukan batas sehat konsumsi berita. Berikan keseimbangan antara tetap terinformasi dan menjaga kesehatan mental. Beberapa tips selanjutnya bisa membantu anda menemukan keseimbangan agar tidak terjebak di dalam paparan berita negatif.

Tips mengelola konsumsi berita

1. Membatasi waktu

Terus menerus membaca berita negatif di gawai, atau menyaksikan berita buruk di TV yang terus menyala sambil mengerjakan hal lain, bisa berdampak buruk secara emosional. Jika emosi negatif dan rasa kewalahan terus mengganggu anda, maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi waktu membaca berita kurang dari 30 menit perhari.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah:

Mengatur algoritma: anda bisa mengabaikan atau menggunakan fitur not interested, hide post, atau why am i seeing this di platform meia sosial seperti IG, reels, TikTok, X, dan YouTube. Gunakan fitur tersebut pada postingan informasi yang memicu perasaan cemas atau marah. Sebaliknya follow akun berita yang menyajikan informasi positif, edukatif, atau hobi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore