
Ilustrasi mengalami gejala menopause dan demensia. (Freepik)
JawaPos.com – Sebagian besar wanita mengalami gejala menopause dalam berbagai tingkat keparahan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak gejala yang dialami, semakin besar kemungkinan mengalami penurunan kognitif di kemudian hari.
Demensia merupakan kondisi yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif, seperti daya ingat, pemahaman, serta kemampuan berpikir dan berbicara. Penyakit ini sering berkembang secara progresif dan mempengaruhi kualitas hidup individu yang mengalaminya.
Menopause membawa perubahan hormon yang berdampak pada berbagai aspek kesehatan, termasuk fungsi otak. Pemahaman lebih lanjut mengenai kaitannya dengan risiko demensia dapat membantu langkah pencegahan sejak dini.
Berikut gejala menopause dan risiko demensia tentang studi menunjukkan hubungan keduanya dengan penurunan fungsi kognitif dilansir dari laman Foxnews oleh JawaPos.com, Sabtu (15/3):
1. Gejala Menopause Mempengaruhi Otak
Gejala menopause meliputi gangguan tidur, sensasi panas, serta perubahan suasana hati. Penelitian menemukan bahwa semakin banyak gejala yang muncul, semakin tinggi risiko penurunan kognitif.
Wanita dengan lebih banyak gejala memiliki skor lebih buruk dalam tes fungsi otak. Kondisi ini menunjukkan hubungan erat antara menopause dan kesehatan kognitif.
Gangguan tidur akibat menopause dapat memicu peradangan yang berkontribusi pada gangguan saraf. Memahami gejala menopause sangat penting untuk menjaga fungsi otak tetap optimal.
2. Hormon Estrogen dan Perlindungan Otak
Estrogen berperan dalam menjaga kesehatan otak dengan melindungi sel saraf dari kerusakan. Selama menopause, kadar hormon ini menurun secara drastis, yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif.
Kurangnya estrogen dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer. Penelitian menunjukkan bahwa otak wanita lebih rentan terhadap perubahan struktural akibat menopause.
Tanpa perlindungan estrogen, terjadi penurunan kemampuan otak dalam membentuk koneksi saraf baru. Pemantauan kadar estrogen dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kognitif.
3. Gangguan Perilaku Sebagai Tanda Awal
Wanita yang mengalami lebih banyak gejala menopause juga melaporkan perubahan perilaku yang lebih besar. Perubahan ini meliputi gangguan suasana hati, kecemasan, dan kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
