
ILUSTRASI. Seorang wanita yang mengalami mimpi buruk. (Jcomp/Freepik)
JawaPos.com – Hampir semua orang bermimpi ketika tertidur. Namun, tidak semua mimpi itu menyenangkan, ada juga mimpi buruk.
Mimpi buruk adalah pengalaman tidur yang menakutkan dan seringkali membuat penderitanya mengalami kecemasan serta gangguan tidur. Kondisi ini merupakan hal umum yang dialami hampir semua orang.
Walaupun terkadang tidak semua orang dapat mengingat dengan jelas mimpinya saat bangun, mimpi buruk bisa menimbulkan dampak psikologis yang serius jika terus-terusan terjadi. Sebagian mungkin menganggapnya hanya sebagai gangguan tidur, tetapi ternyata ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Mimpi buruk dapat terjadi karena sejumlah faktor fisik dan psikologis yang mempengaruhi otak saat kita terlelap. Yuk, simak ulasan selengkapnya, dikutip dari Cleveland Clinic, Minggu (9/3), berikut ini.
1. Kebiasaan membaca buku atau menonton film horor
Menonton film dan membaca buku bertema horor atau sadis sebelum tidur bisa mengaktifkan sistem saraf Anda yang menyebabkan mimpi buruk. Ini bisa menimbulkan stres atau kecemasan yang berujung pada mimpi buruk. Oleh karena itu, sebaiknya hindari kebiasaan menonton film atau membaca buku yang menakutkan agar Anda tidak mimpi buruk pada malam hari.
2. Mengalami stres atau kecemasan
Stres dan kecemasan yang berlebihan bisa memengaruhi pola tidur dan menyebabkan mimpi buruk. Orang yang menderita stres atau gangguan kecemasan lebih mungkin merasakan ketegangan yang dapat mengakibatkan mimpi buruk lebih sering muncul.
Saat orang merasa cemas atau stres, otak menjadi lebih aktif dalam mencari cara mengatasi persoalan yang menimpanya, bahkan saat tidur. Sehingga, ini bisa menimbulkan mimpi buruk, yang berhubungan dengan ketakutan atau masalah yang dihadapi seseorang.
3. Gangguan tidur sepertisleep apnea
Gangguan tidur yang umum dikaitkan dengan mimpi buruk adalah sleep apnea obstruktif yang tidak diobati. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi saat pernapasan terganggu, dengan adanya kondisi henti napas secara berulang saat tidur.
Penderita sleep apnea tidak mendapatkan cukup oksigen ke otak mereka karena gangguan pernapasan pada malam hari. Mimpi buruk yang dialami oleh penderita sleep apnea obstruktif terkadang dapat menampilkan tema yang menakutkan dan berhubungan dengan kondisinya, seperti tercekik, tersedak, sesak, hingga terjebak di ruang kecil.
4. Kebiasaan makan camilan sebelum tidur
Siapa sangka bahwa kebiasaan ngemil saat larut malam ternyata bisa menjadi penyebab mimpi buruk? Camilan dapat menyebabkan peningkatan metabolisme dan menandakan lebih banyak aktivitas di otak.
Berbaring dengan perut kenyang bisa memicu refluks asam dan dapat mengganggu aktivitas tidur. Ketika tubuh Anda mencoba mencerna makanan, ini bisa membuat tidur Anda menjadi terganggu. Sehingga, bisa menyebabkan mimpi buruk dan menurunkan kualitas tidur Anda pada malam hari.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
