
Ilustrasi perempuan berkonsultasi dengan dokter. (Freepik)
JawaPos.com – Kehamilan adalah sebuah proses sulit yang dilalui oleh kebanyakan perempuan sebelum melahirkan anak mereka.
Ada yang mengalami proses yang sangat sulit dan ada pula yang dirasa tidak begitu sulit, semuanya mengalami proses kehamilan yang unik dan berbeda.
Dalam proses kehamilan yang sulit, biasanya para calon ibu akan mengalami kondisi atau gangguan yang membuat proses mengandung ini sangat tidak nyaman bagi mereka.
Kali ini kita akan berkenalan dengan sebuah kondisi bernama polihidramnion. Sebuah kondisi yang sangat langka terjadi pada para perempuan hamil.
Dilansir dari Perpustakaan Medis Nasional (National Library of Medicine), polihidramnion adalah sebuah kondisi dimana adanya kelebihan cairan ketuban pada para perempuan hamil. Sayangnya, hal ini berkaitan dengan kematian ibu dan bayi.
Kondisi ini terjadi ketika mekanisme tubuh kita yang mengatur volume cairan ketuban terganggu.
Para dokter baru dapat mendiagnosa kondisi ini melalui USG dimana dapat terlihat kantong cairan vertikal terdalam berukuran sedikitnya 8 cm, atau indeks cairan ketuban setidaknya 24 cm.
Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini sangat langka bahkan terhitung hanya terjadi pada 1 hingga 2 persen kehamilan saja. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini terhitung ringan.
Kondisi ini sering terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Di mana para penderitanya akan mengalami sesak, bengkak pada kaki, sakit perut, atau kontraksi prematur.
Dilansir dari Cleveland Clinic, perlu diketahui bahwa cairan ketuban memiliki peran yang sangat penting terhadap perkembangan janin.
Polihidramnion ringan hingga parah dapat diakibatkan oleh kesulitan janin untuk menelan cairan ketuban, diabetes pada ibu, kehamilan kembar, perbedaan faktor Rh pada ibu dan janin, komplikasi pada detak jantung janin, atau janin mengalami infeksi.
Para ibu hamil yang mengalami kondisi ini biasanya akan memiliki perut yang sangat besar sehingga sering dikira mengandung kembar banyak.
Kondisi ini biasanya tidak akan dirawat secara intensif apabila bukan kasus parah atau si ibu sudah berada di trimester akhir.
Dokter yang merawat dapat menjadwalkan pengecekan rutin untuk memastikan kondisi ibu dan bayi.
Pengobatan yang biasanya dilakukan pada kasus-kasus terburuk dapat berupa pengurangan cairan ketuban atau mempercepat proses kelahiran, biasanya pada minggu ke 37 hingga 39.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
