
Beraktivitas fisik dapat membantu meredakan depresi. (Ketut Subianto/Pexels)
JawaPos.com - Depresi bisa terjadi kepada siapa pun tanpa mengenal usia dan gender. Beragam acara orang mengekpresikan dirinya ketika depresi. Kalau perempuan, mereka akan menganis. Berbeda dengan pria, kerap mungkin meluapkan amarahnya.
“Kita sebagai anak laki-laki diajarkan tidak boleh menangis; jadi alih-alih menangis, mereka malah marah dan mengancam”, ujar Kepala Divisi Psikiatri Rumah Sakit Umum Howard County Andrew Angelino yang dikutip dari laman Johns Hopkins Medicine pada Minggu (23/2).
Menurut dia, perempuan yang mengalami stres karena usia bertambah. Hal itu dipicu dengan beragam masalah yang dihadapinya. Bentuk stres itu bakal terlihat lebih sedih dan susah tidur. Kalau pria ketika depresi, ekspresinya cenderung mudah tersinggung dan marah secara impulsif.
Gejala Depresi pada Pria
Ada sejumlah kondisi yang dialami pria ketika mereka stres sebagaimana dilansir laman Mayo Clinic, yakni sebagai berikut:
Kondisi yang telah dipaparkan bisa menjadi gejala atau mungkin tumpang tindih dengan masalah kesehatan mental lainnya dan/atau mungkin terkait dengan kondisi medis lainnya. Bantuan profesional penting dilakukan untuk mengetahui penyebab gejala depresi sehingga dapat dilakukan perawatan yang tepat.
Depresi pada pria seringkali tidak terdiagnosis dikarenakan beberapa alasan, di antaranya;
1. Tidak mengenali depresi
Depresi biasanya diasosiasikan dengan munculnya perasaan sedih atau emosional, namun gejala utama depresi pada kebanyakan pria berbeda dengan kondisi tersebut. Sakit kepala, masalah pencernaan, kelelahan, mudah tersinggung, atau nyeri jangka panjang terkadang bisa menjadi gejala depresi pada pria. Begitu pula perasaan terisolasi dan mencari pengalih perhatian sehingga pria tidak repot-repot berurusan dengan perasaannya dan hubungan dengan orang lain.
2. Cenderung meremehkan gejala
Pria mungkin tidak mengetahui gejala depresi yang terjadi akan berdampak pada dirinya. Selain itu, pria juga mungkin tidak mau mengakui pada dirinya atau orang lain bahwa dia mengalami depresi. Menolak gejala depresi, menutupinya atau mengalihkannya ke perilaku yang tidak sehat untuk menyembunyikan depresi hanya akan memperburuk kondisi/perasaan-perasaan negatif yang ada.
3. Tidak ingin membicarakan gejala depresi
Pria mungkin tidak mau terbuka untuk membicarakan perasaannya dengan keluarga, teman, atau profesional kesehatan. Seperti pria lainnya, seorang pria mungkin telah belajar untuk fokus pada kontrol diri. Pria mungkin berpikir bahwa dirinya tidak jantan untuk mengungkapkan perasaan dan emosi yang terkait dengan depresi dan pria mungkin memilih untuk menutupi perasaan-perasaan tersebut.
4. Tidak ingin mendapatkan perawatan kesehatan mental
Pria mungkin merasa dirinya mengalami depresi, namun dia tidak ingin didiagnosis atau diobati. Pria mungkin pula tidak ingin memperoleh bantuan karena adanya kekhawatiran stigma depresi dapat merusak karirnya atau menyebabkan keluarga dan teman-temannya kehilangan rasa hormat kepada dirinya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
