Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Februari 2025 | 01.57 WIB

Leher Kaku Bikin Tidak Nyaman? Cari Tahu Penyebabnya dan Terapkan Langkah-langkah Efektif untuk Mengatasi serta Meredakannya

Seorang wanita menderita leher kaku (gpointstudio/freepik) - Image

Seorang wanita menderita leher kaku (gpointstudio/freepik)

JawaPos.com – Leher kaku dan pegal adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab pasti dari leher kaku agar dapat mengatasinya dengan tepat.

Sebagian besar orang mengalami leher kaku saat bangun tidur atau setelah melakukan aktivitas berat.

Gejala yang menyertai kondisi ini dapat berupa nyeri di area leher, kesulitan menggerakkan kepala, sakit kepala, hingga rasa nyeri yang menjalar ke bahu atau lengan.

Leher kaku yang tidak berbahaya umumnya akan membaik dalam beberapa hari hingga satu minggu.

Namun, jika keluhan ini berlangsung lama atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab Leher Kaku yang Perlu Diketahui

Leher kaku bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan otot hingga kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab umum leher kaku yang bersumber dari alodokter.com yang perlu diwaspadai:

1. Otot Tegang atau Keseleo
Leher kaku paling sering disebabkan oleh ketegangan otot akibat kebiasaan sehari-hari, seperti sering membunyikan leher, membawa beban berat di pundak, tidur dalam posisi yang salah, terlalu lama duduk, atau terlalu lama menatap layar komputer.

2. Stres
Stres yang berlebihan dapat membuat otot-otot tubuh menegang, termasuk otot di leher. Selain itu, stres juga bisa membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa nyeri, sehingga keluhan leher kaku terasa semakin mengganggu.

3. Cedera atau Trauma
Kecelakaan, jatuh, atau cedera saat berolahraga dapat menyebabkan leher kaku. Salah satu kondisi serius akibat trauma pada leher adalah whiplash injury, yaitu cedera yang terjadi ketika leher mengalami gerakan tiba-tiba di luar batas normal, misalnya akibat kecelakaan mobil.

4. Radang Sendi (Artritis)
Seiring bertambahnya usia, cakram dan persendian di leher dapat melemah dan mengalami peradangan. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan kaku pada leher, yang terkadang menjalar ke kepala atau bahu.

5. Meningitis
Jika leher kaku disertai dengan demam, sakit kepala, mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya, kondisi ini bisa menjadi tanda meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang akibat infeksi virus atau bakteri.

Selain penyebab di atas, leher kaku juga bisa dikaitkan dengan kondisi lain seperti osteoporosis, fibromyalgia, stenosis tulang belakang, tumor, atau kanker tulang belakang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore