
Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Kamis (6/1). (Edy Pramana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) (IDX:SRAJ) bakal membangun proyek Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional Batam. Proyek pembangunan dengan total investasi mencapai Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
"Jadi kita akan rencana melakukan groundbreaking di MABIH ini dalam 3 bulan ke depan. Dengan target penyelesaian di akhir 2026. Kalau semua perjalanan lancar, kami berharap di akhir tahun depan sudah bisa buka," kata Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Kamis (6/1).
Dalam pembangunannya, Mayapada Healthcare menggandeng Apollo Hospitals India sebagai salah satu rumah sakit terbesar di India dalam membangun gedung, penyediaan tenaga ahli medis, hingga teknologi kesehatan.
"Jadi memang kita punya target yang ambisius buat MABIH ini dan seperti yang saya katakan tadi supaya kita bisa bersaing memang kita harus membangun rumah sakit yang bersikala internasional," terang Jonathan.
Dikatakan Jonathan, rumah sakit internasional tersebut dibangun sebagai alternatif masyarakat Indonesia yang selama ini lebih memilih berobat ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. Karena itu, dengan kehadiran MABIH, masyarakat kini bisa berobat tanpa harus ke luar negeri.
"Karena harapan kami, kita tahu sendiri, biaya kesehatan di Singapura sangat tinggi, biaya kesehatan di Malaysia lebih murah, jadi otomatis di Batam ini, kita memiliki cost advantage juga, untuk bisa menarik masyarakat dari luar, dan juga masyarakat Indonesia untuk bisa ke Batam untuk pengobatan," jelasnya.
Dalam operasionalnya nanti, lanjut Jonathan, MABIH akan menyediakan berbagai layanan spesialisasi yang selama ini menjadi daya tarik pasien Indonesia ke luar negeri. Selain itu, terdapat fasilitas pendukung lainnya untuk menunjang perawatan tenaga medis hingga pasien.
"Kita juga akan rencanakan pembangunan juga nursing village untuk orang-orang yang lebih sudah berusia untuk bisa mendapatkan treatment di sana. Dan juga mendapatkan akan ada juga non-healthcare juga di Batam itu. Jadi memang kawasan ekonomi khusus, walaupun itu kesehatan juga ada elemen kesehatan juga pasti ada elemen pendukung-pendukung yang seperti yang kayak realistik juga, perhotelan," pungkasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
