
Ilustrasi seseorang terkena penyakit Kawasaki disease (freepik/rawpixel.com)
JawaPos.Com- Kawasaki disease adalah kondisi medis berupa peradangan pada pembuluh darah, termasuk arteri, vena, dan kapiler. Kawasaki disease sendiri dalam artian lain adalah penyakit peradangan yang menyebabkan dinding pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh tubuh membengkak.
Penyakit kawasaki juga dikenal sebagai mucocutaneous lymph node syndrome, karena penyakit ini juga menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening dan selaput lendir di dalam mulut, hidung, mata, dan tenggorokan.
Penyakit ini biasanya menyerang bayi dan anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa. Laki-laki lebih sering mengalami penyakit ini dibandingkan perempuan. Penyakit Kawasaki disease jarang terjadi dan sering bersifat akut, namun dapat memengaruhi arteri koroner dan berkembang menjadi penyakit jantung.
Penyakit Kawasaki disease bukan infeksi dan tidak menular, termasuk dalam jenis vaskulitis. Gejalanya meliputi demam dan ruam kulit kemerahan. Penanganan segera penting untuk mencegah peradangan, dan jika ditangani dini, anak dapat sembuh total dalam 6–8 minggu.
Hingga kini, penyebab Kawasaki disease belum jelas. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan dengan patogen dari angin atau air dan kelainan genetik. Penyakit ini tidak menular dan belum ada virus atau bakteri yang ditemukan sebagai penyebab. Sekitar 40% anak dengan Kawasaki disease terjangkit virus pernapasan.
Dilansir dari laman siloamhospitals.com, berikut beberapa gejala masing-masing penjelasan terkait tahapan penyakit Kawasaki disease:
Gejala penyakit Kawasaki disease mirip dengan gejala penyakit infeksi dan dapat muncul dalam tiga tahap selama sekitar 1,5 bulan.
- Tahap akut (minggu 1-2): Demam tinggi mendadak yang bisa berlangsung 1-4 minggu, bibir dan lidah kering serta kemerahan, ruam merah, mata merah, pembengkakan tangan dan kaki, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Tahap subakut (minggu 2-4): Demam mereda, diare, muntah, sakit kepala, sakit perut, kulit jari mengelupas, sendi membengkak, kulit dan bagian putih mata menguning, nanah dalam urine, peningkatan trombosit, dan aneurisma di pembuluh darah arteri.
- Tahap penyembuhan (minggu 4-6): Gejala mulai mereda tetapi anak masih lemas. Tahap ini bisa berlangsung hingga 3 bulan dan berisiko komplikasi seperti gangguan pembuluh darah dan jantung.
Penyakit Kawasaki disease harus diobati sesegera mungkin, terutama saat anak masih mengalami demam. Pengobatan bertujuan untuk mencegah kerusakan pada jantung, serta meredakan peradangan dan demam.
Dilansir dari laman alodokter.com berikut beberapa metode pengobatannya meliputi:
Suntik gamma globulin (IVIG) adalah obat berisi antibodi untuk mengurangi risiko gangguan jantung. Pemberian dapat diulang jika keluhan anak tidak mereda dalam 36 jam.
Aspirin digunakan untuk meredakan demam, peradangan, dan rasa sakit. Anak di bawah 16 tahun umumnya tidak boleh mengkonsumsinya, tetapi untuk penyakit Kawasaki, ini pengecualian. Penggunaan aspirin harus di bawah pengawasan dokter dan dihentikan bila anak terkena flu atau cacar air.
Kortikosteroid diberikan untuk anak yang tidak merespons IVIG atau berisiko tinggi gangguan jantung. Setelah pengobatan, kondisi jantung harus dipantau. Jika tidak ada kelainan, aspirin dapat dihentikan.***

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
