Ilustrasi penyakit cybersickness yang digambar dengan tangan. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa kewalahan dengan notifikasi yang terus berdatangan? Komunikasi digital yang tak pernah berhenti bisa membuat kita merasa stres dan kehilangan fokus. Untuk itu, ada satu strategi sederhana namun efektif: ghost mode.
Ghost mode adalah periode offline terencana untuk mengelola komunikasi digital dan mengisi ulang energi mental. Berikut adalah alasan mengapa ghost mode penting dan bagaimana Anda dapat menerapkannya:
Menurunkan Stres Hingga 67%
Menurut Dr. Sarah Williams dalam jurnal "Digital Detox: The Role of Technology Breaks in Mental Health" (2023), ghost mode dapat secara signifikan mengurangi tingkat stres, membuat Anda lebih rileks dan fokus.
Mengurangi Gejala Anxiety
Penelitian dari Universitas Indonesia oleh Dr. Ratih Kusuma (2022) menunjukkan bahwa waktu online berlebihan meningkatkan risiko kecemasan. Ghost mode membantu mengurangi risiko ini dengan memberi jeda yang diperlukan dari tekanan komunikasi digital.
Meningkatkan Kualitas Tidur
Riset dari International Journal of Environmental Research and Public Health menyebutkan bahwa periode offline teratur berdampak positif pada kualitas tidur dan produktivitas sehari-hari.
Pilih Waktu yang Tepat
Pilih periode di mana beban kerja Anda relatif ringan dan tidak ada urusan mendesak. Akhir pekan atau waktu malam sering kali menjadi pilihan yang ideal.
Komunikasikan kepada Orang Terdekat
Sebelum memulai ghost mode, beri tahu keluarga, teman, atau rekan kerja kapan Anda akan offline dan bagaimana menghubungi Anda dalam keadaan darurat.
Lakukan Aktivitas yang Menyegarkan
Gunakan waktu ghost mode untuk hal-hal yang menyehatkan mental, seperti meditasi, olahraga, membaca buku, atau sekadar menikmati suasana tanpa gangguan digital.
Mulailah dari Durasi Pendek
Cobalah ghost mode selama 2-3 jam di akhir pekan, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap sesuai kebutuhan Anda.
Sortir Pesan Ketika Kembali Online
Jangan merasa terbebani untuk membalas semua pesan sekaligus. Prioritaskan yang penting dan alokasikan waktu untuk menjawabnya dengan tenang.
Antisosial? Tidak!
Dr. James Carter dalam "The Psychology of Digital Boundaries" (2024) menegaskan bahwa ghost mode bukan tanda antisosial, melainkan bentuk kesadaran diri untuk menjaga keseimbangan digital.
Tidak Perlu Lama-Lama
Ghost mode tidak harus berlangsung selama berhari-hari. Bahkan istirahat singkat dari notifikasi digital dapat memberikan manfaat besar.
Para ahli kesehatan mental menyarankan untuk menjadikan ghost mode sebagai kebiasaan mingguan. Konsistensi ini membantu membangun pola komunikasi digital yang sehat dan mencegah burnout.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
