"Khusus untuk anggur muscat dari China, jumlah pemasukan sesuai sertifikasi karantina yaitu sebanyak 681 ton selama periode Januari hingga September 2024," tulis keterangan resmi Barantin, Jumat (1/11).
Pihak Barantin memastikan bahwa setiap impor buah anggur telah dilakukan pengujian residu pestisida termasuk Klopirifosdi negara asal oleh laboratorium terakreditasi yang telah diregistrasi oleh Barantin dan dibuktikan dengan sertifikat hasil uji atau sertifikat analisis (COA).
"Barantin juga melakukan pemantauan terhadap komoditas yang dimasukkan ke dalam wilayah NKRI dengan pengambilan sampel dan pengujian keamanan pangan (termasuk residu pestisida, logam berat, mikotoksin dan cemaran mikrobiologi)," paparnya.
Pemantauan ini dilakukan untuk menjaga dan memastikan kepatuhan negara pengekspor dalam memenuhi persyaratan karantina untuk keamanan pangan.
Barantin membeberkan, ada 3.561 jenis Pangan Segar Asal Tumbuhan/ PSAT, seperti apel, anggur, beras, kiwi, kedelai, bawang, jamur, seledri, brokoli, strawberi, kacang almond, jeruk, dan cabai kering juga telah dilakukan pemantauan pengujian terhadap keamanan pangan.
"Termasuk di dalamnya ada 772 pengujian terhadap anggur dengan parameter spesifik," ucapnya.
Hasil monitoring terhadap produk impor buah anggur oleh Barantin hingga saat ini menunjukkan hasil di bawah ambang batas residu.
"Barantin dan pemerintah menyarankan pada masyarakat agar tetap mengutamakan konsumsi buah nusantara, dan selalu menjaga kebersihan komoditas yang akan dikonsumsi dengan melakukan pencucian terhadap buah sebelum dimakan, melalui pencucian pada air mengalir yang dapat mengurangi kontaminan yang ada di permukaan buah seperti residu dan kotoran," pungkasnya.