
Ilustrasi Sushi. (freepik/clickepic)
JawaPos.com - Sushi sebagai makanan khas dari Jepang begitu banyak digemari masyarakat Indonesia. Sushi terbuat dari nasi, sayuran, dan ikan mentah yang kemudian dibungkus dan digulung dengan rumput laut.
Di Jepang, pola makan sushi memperpanjang umur, karena kandungan asam lemak EPA dan DHA yang tinggi yang ditemukan hampir di semua jenis sushi.
Saat ini, banyak restoran yang menawarkan beragam jenis makanan, termasuk masakan khas Indonesia dan cita rasa internasional. Salah satu pilihan yang banyak diminati oleh banyak orang adalah hidangan Jepang seperti sushi, sashimi, atau hidangan khas Jepang lainnya.
Dilansir laman hellosehat.com, mengonsumsi ikan mentah segar hingga kini menjadi perdebatan karena dinilai dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, apalagi jika terlalu sering.
Dilansir laman halodoc.com, bayangkan saja bahwa mengonsumsi ikan mentah yang sudah dibersihkan seperti sashimi saja masih perlu diragukan keamanannya. Apalagi ikan mentah yang masih berdarah.
Lantas, apa saja bahaya makan sushi yang berpotensi dialami jika terlalu sering mengonsumsinya? Berikut penjelasannya.
1. Mengandung tinggi garam
Bahaya makan sushi selanjutnya disebabkan oleh tinggi garam. Selain nasi yang dimasak dengan garam, acar sayuran juga mengandung garam.
Penyajiannya pun dilengkapi dengan kecap asin tinggi garam. Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam meningkatkan risiko terkena kanker dan tekanan darah tinggi.
2. Risiko kontaminasi merkuri
Salah satu menu sushi yang terkenal adalah yang memakai bahan daging ikan tuna. Meskipun secara umum aman dikonsumsi, dalam beberapa kasus daging ikan tuna memiliki kandungan merkuri yang tinggi.
Jika mengonsumsi merkuri dalam jumlah banyak, dikhawatirkan bisa memicu kerusakan saraf dan otak. Karena alasan inilah kita harus berhati-hati dalam mengonsumsi ikan tuna.
3. Gejala Listeria
Listeria adalah infeksi serius yang disebabkan kontaminasi bakteri patogen di makanan, terutama ikan asap dan ikan mentah. Bakteri patogen seperti listeria monocytogenes, staphylococcus aureus, dan bacillus cereus bisa menimbulkan penyakit serius di usus manusia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
