
Ilustrasi buah semangka harus dihindari penderita diabetes. (Pexels)
JawaPos.com - Buah-buahan sering kali dianggap sebagai camilan sehat, tetapi bagi penderita diabetes, memilih buah yang tepat sangat penting. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kadar gula darah yang dapat berfluktuasi dengan cepat jika seseorang mengonsumsi buah-buahan yang memiliki indeks glikemik (GI) dan beban glikemik (GL) tinggi.
Penting untuk memerhatikan jenis buah yang dikonsumsi serta cara mengonsumsinya, misalnya dengan memadukannya dengan makanan tinggi protein dan lemak sehat agar penyerapan gula ke dalam darah tidak terlalu cepat.
Dilansir dari laman Sesamecare, berikut adalah beberapa buah yang perlu diwaspadai oleh penderita diabetes. Meskipun buah-buahan ini tidak harus dihindari sepenuhnya, konsumsinya harus dibatasi atau dikombinasikan dengan makanan yang dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
1. Semangka
Semangka memang menyegarkan dan menghidrasi, tetapi dengan GI yang cukup tinggi (72), buah ini dicerna dengan cepat dan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Untuk penderita diabetes, lonjakan ini bisa menjadi tantangan dalam mengelola kadar gula darah yang stabil.
Oleh karena itu, semangka sebaiknya dikonsumsi dengan porsi yang lebih kecil atau dikombinasikan dengan makanan yang mengandung protein dan lemak sehat.
2. Nanas
Nanas adalah buah yang kaya akan vitamin dan mineral, namun bagi penderita diabetes, buah ini sebaiknya bukan menjadi pilihan utama. GI dari nanas bisa berkisar antara 59 (sedang) hingga 82 (tinggi), tergantung pada tingkat kematangan dan cara pengolahannya. Semakin matang atau diproses buah ini, semakin tinggi dampaknya terhadap kadar gula darah.
3. Pisang
Pisang memiliki indeks glikemik sedang (GI 62), yang berarti buah ini bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan buah-buahan lain dengan GI lebih rendah. Selain itu, pisang juga tinggi karbohidrat, dengan satu pisang berukuran sedang mengandung sekitar 30 gram karbohidrat.
Terutama pada pisang yang terlalu matang, kandungan gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Oleh karena itu, konsumsinya harus dipantau secara hati-hati, meskipun masih bisa dimasukkan dalam diet dengan porsi yang terkendali.
4. Buah Kalengan dengan Tambahan Gula
Buah kalengan sering kali diawetkan dalam sirup yang manis, dan proses pengalengan bisa mengurangi kandungan serat alami dari buah tersebut. Kedua faktor ini bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes, karena tambahan gula dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat, dan serat yang berkurang akan mempercepat penyerapan gula. Memilih buah kalengan tanpa tambahan gula adalah opsi yang lebih sehat.
5. Buah Kering
Meski buah kering masih dapat menjadi pilihan yang sehat bagi penderita diabetes, buah ini kehilangan sebagian besar kandungan airnya saat dikeringkan, namun tetap mempertahankan gula alami dan kalori. Hal ini menyebabkan buah kering memiliki kandungan gula dan karbohidrat yang lebih padat dibandingkan dengan buah segar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
