
Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Sandeep Chakravorty. (Istimewa)
JawaPos.com–Selama 75 tahun hubungan diplomatik India dan Indonesia, kerja sama dari segala bidang sudah terjalin. Salah satunya di bidang kesehatan. Tahun ini, kerja sama itu diperkuat dengan kemitraan strategis Artemis Hospital India dan Perkasa Hospital Services Indonesia.
Tujuannya menjembatani kesenjangan kesehatan dan meningkatkan kolaborasi medis antar negara. Pengumuman kemitraan tersebut disampaikan dalam acara yang bertema Bridging Healthcare: India-Indonesia Synergy, di Kedutaan Besar India, Gama Tower, Jakarta.
Acara ini menandai tonggak penting dalam kemitraan tersebut. Selain itu, acara ini juga jadi penegasan komitmen kedua organisasi untuk menggabungkan kekuatan dan keahlian mereka.
’’Indonesia unggul dari perawatan kesehatan primer dan sekunder, tapi mereka akan menghadapi tantangan dalam perawatan tersier,’’ kata Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste.
’’Sebaliknya, India sangat maju dalam perawatan tersier, tetapi menghadapi kesulitan di tingkat primer dan sekunder,” sambung Chakravorty.
Dia menunjuk kolaborasi antara jaringan RS di India dan RS di Indonesia sebagai contoh utama memanfaatkan kekuatan masing-masing negara dapat menciptakan kerangka kerja kesehatan yang lebih kuat.
Bersamaan dengan itu, Artemis Hospital India dan Perkasa Hospital Services Indonesia menandatangani perjanjian kemitraan tersebut. Sebagai perwakilan dari Artemis Hospital di Indonesia, Timor Leste, dan Asia Tenggara, Parveen S. Kapoor mengklaim, di RS-nya sekitar 30 persen pasien berasal dari luar India.
Itulah kenapa Kapoor konfiden menyebut ada peluang besar dalam kolaborasi di antara komunitas media di India dan Indonesia.
’’Kami sangat antusias dengan kemitraan ini. Kami berharap dapat meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan pasien kami melalui kerja sama kali ini,’’ sebut Kapoor yang menjabat Presiden Kantor Perwakilan Artemis Hospitals Indonesia, Timor Leste & Asia Tenggara.
Selain itu, beber Kapoor, Artemis Hospital juga berkomitmen memfasilitasi pertukaran pengetahuan, keterampilan, keahlian medis, dan usaha klinis kolaboratif.
’’Memperkuat infrastruktur kesehatan dan SDM di Indonesia melalui kolaborasi klinis, bantuan teknis, pelatihan, dan berbagi pengetahuan,’’ tambah Kapoor.
Bersama dengan Chakravorty dan Kapoor, pada penandatanganan perjanjian itu datang juga Presdir Perkasa Hospital Services Sapto Adjie Sudiro. Septo menuturkan, hampir 2 juta pasien Indonesia mencari layanan kesehatan di luar negeri. Biayanya pun mencapai USD 11 miliar (Rp 170 triliun).
’’RS di luar negeri dikenal dengan diagnosis yang akurat, perawatan fokus, dan standar kualitas tinggi,” ujar Septo.
Harapannya, lanjut dia, kemitraan itu dapat mengurangi pengeluaran kesehatan Indonesia menjadi USD 2 miliar. Sehingga, sisa dana dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Septo juga mencatat bahwa kolaborasi ini didorong layanan kesehatan kelas dunia dan dokter berpengalaman dari India, serta biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan Malaysia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
