
serangan jantung/ YouTube @RS_Premier_Jatinegar
JawaPos.com - Ketika mengalami nyeri dada sebelah kiri, tak sedikit orang yang berpikir kalau dirinya mengalami serangan jantung. Meskipun nyeri dada memang bisa menjadi gejala penyakit jantung atau serangan jantung, tapi tidak selalu begitu.
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab nyeri dada sebelah kiri dan kebanyakan bukan pertanda masalah serius. Namun meski begitu, sebagaimana dilansir dari Halodoc, Kamis (29/8), nyeri dada tetap perlu kamu waspadai ya.
Sebab ada beberapa nyeri dada yang disebabkan oleh kondisi medis berbahaya. Selain serangan jantung, ada berbagai penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan nyeri dada sebelah kiri, antara lain:
1. Angina
Angina pectoris bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit jantung koroner. Ini merupakan nyeri dada yang disebabkan karena berkurangnya aliran darah ke jantung.
Angina ditandai dengan gejala berupa nyeri dada, sesak napas, mual, kelelahan, keluar banyak keringat, serta tekanan berlebih di dada yang disebabkan karena otot tidak mendapat oksigen yang cukup dari darah.
Tak hanya dada, rasa tidak nyaman akibat angina juga bisa muncul di lengan kiri, bahu kiri, punggung, sisi kiri leher, serta sisi kiri rahang. Apabila rasa nyeri tak tertahankan, kamu bisa coba menggunakan sejumlah obat berdasarkan resep dokter.
2. Serangan jantung
Nyeri dada sebelah kiri juga bisa menjadi tanda serangan jantung. Nyeri dada yang muncul bisa bersifat ringan, lalu semakin parah secara perlahan, atau bisa juga terjadi secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang hebat di sisi kiri atau tengah dada.
Selain nyeri dada, serangan jantung juga bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti:
3. Serangan panik
Serangan panik merupakan perasaan takut yang datang secara tiba-tiba dan bisa memuncak dalam waktu singkat atau kurang lebih 10 menit.
Serangan panik sering dikira sebagai tanda dari serangan jantung. Tak hanya nyeri di area dada, serangan panik juga kerap memicu gejala lain. Contohnya seperti peningkatan detak jantung, sesak napas, tubuh gemetar, pusing, mual, keringat berlebih, hot flashes, atau menggigil.
4. Heartburn, refluks asam, atau GERD
Heartburn adalah nyeri dada dan ketidaknyamanan yang bisa kamu alami saat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan (refluks asam atau gastroesophageal reflux). Kondisi ini umumnya menyebabkan rasa sakit yang semakin intens, terutama setelah makan, di malam hari, atau saat tubuh sedang berbaring dan membungkuk. Hal ini dipicu oleh beberapa hal misalnya saja mengonsumsi makanan pedas, asam, berlemak, serta kelebihan berat badan atau obesitas.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
