
ILUSTRASI: Bahaya begadang saat puasa Ramadhan demi menjaga kebugaran tubuh dan konsentrasi harian. (freepik)
JawaPos.com - Menjaga kesehatan tubuh saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan menjadi tantangan bagi banyak orang. Perubahan pola aktivitas harian membuat setiap orang perlu lebih cermat mengatur waktu istirahat. Tanpa pengelolaan yang baik, kondisi tubuh dapat menurun dengan cepat.
Risiko begadang berlebihan sering dianggap hal sepele oleh sebagian orang. Padahal kebiasaan itu perlahan melemahkan daya tahan tubuh dan menurunkan produktivitas harian. Dampak tersebut kerap tidak disadari sampai kondisi fisik benar-benar menurun.
Oleh karena itu, selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, risiko begadang berlebihan perlu dipahami dan dihindari. Kesadaran sejak awal membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Berikut lima dampak kesehatan yang perlu diwaspadai.
Jadwal harian berubah cukup besar saat bulan puasa dimulai. Tubuh harus menyesuaikan diri dengan ritme waktu yang berbeda dari biasanya. Jam biologis pun ikut bergeser secara nyata.
Pola istirahat malam terlihat semakin terganggu. Waktu tidur berkurang cukup banyak setiap hari. Kondisi ini berdampak langsung pada kebugaran tubuh.
Hal tersebut terlihat dari pengamatan pada kelompok atlet. "Paruh kedua puasa dikaitkan dengan penurunan durasi tidur secara objektif," tulis tim peneliti, dilansir dari jurnal Science Direct. Temuan ini memperkuat bukti tentang berkurang durasi istirahat.
Kurang istirahat malam tentu memengaruhi kondisi siang hari. Tubuh akan berusaha mengganti waktu tidur yang hilang. Waktu untuk terlelap dapat mundur hingga dua setengah jam.
Kondisi ini memicu rasa lelah yang cukup berat. Tingkat kelelahan harian dapat meningkat tajam. Aktivitas maupun pekerjaan pun menjadi terganggu.
Banyak orang kesulitan menjaga fokus dan kewaspadaan. Temuan medis juga menunjukkan adanya penurunan kualitas istirahat. Rasa kantuk pada siang hari menjadi lebih tinggi dari biasanya.
Energi fisik bukan satu-satunya hal yang ikut terkuras habis. Kemampuan kognitif otak juga merosot dengan sangat cepat. Tingkat konsentrasi seseorang otomatis akan menurun secara drastis.
Mengerjakan tugas sederhana pun akan terasa amat berat. Penurunan fokus ini sangat membahayakan keselamatan dan produktivitas harian. Bahayanya bahkan sering disamakan dengan efek negatif dari alkohol.
Penurunan fungsi otak ini terjadi murni akibat kurang tidur. "Kekurangan tidur semacam ini dapat seburuk mabuk," ungkap dr. Lawrence Epstein yang dilansir dari publikasi Harvard Medical School pada Rabu (23/7/2025). Pernyataan ini menegaskan penting menjaga waktu istirahat.
Mengurangi waktu tidur secara bertahap dapat menimbulkan masalah kurang tidur. Kondisi ini akan semakin parah jika terjadi setiap hari. Akibatnya, keseimbangan mental sehari-hari bisa terganggu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
