
Ilustrasi jalan kaki setelah makan. (Pixabay.com/ Ray_Shrewsberry dan Einladung_zum_Essen)
JawaPos.com - Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya jalan kaki yang banyak digemari karena mudah dilakukan serta tidak mengeluarkan banyak biaya.
Meski demikian, tetap perlu memerhatikan waktu dan intervalnya agar jalan kaki yang dilakukan memberikan manfaat optimal untuk kesehatan. Lalu, bolehkah jalan kaki setelah makan?
Dilansir JawaPos.com dari Healthline (13/7/2020), ternyata jalan kaki setelah makan tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga memberikan dampak negatif untuk kesehatan.
Ketahui secara lengkap melalui uraian di bawah ini agar tidak salah pemahaman lagi tentang jalan kaki setelah makan.
1. Meningkatkan Pencernaan
Berjalan kaki setelah makan mampu meningkatkan pencernaan, karena memberikan rangsangan pada lambung dan usus sehingga kinerjanya pun meningkat yang berakibat makanan dicerna lebih cepat.
Selain itu dengan melakukan aktivitas fisik yang rendah hingga sedang seperti jalan kaki mampu melindungi saluran pencernaan sehingga penyakit tukak lambung, maag, irritable bowel syndrome (IBS), sembelit, penyakit divertikular, hingga kanker kolorektal dapat dicegah.
2. Mengendalikan Kadar Gula Darah dalam Tubuh
Berolahraga setelah makan dapat mencegah lonjakan gula darah berlebih. Demikian halnya dengan berjalan kaki setelah makan dapat mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.
Bahkan dalam sebuah studi tahun 2016 ditemukan bahwa pada penderita diabetes tipe 2 jalan kaki ringan selama 10 menit setelah makan lebih baik dalam mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh dibandingkan berjalan kaki selama 30 menit di luar waktu tersebut. Dengan demikian, jalan kaki setelah makan baik untuk dilakukan oleh penderita diabetes tipe 1 - 2.
3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Department of Health and Human Service (DHHS) Amerika Serikat menyarankan untuk olahraga intensitas sedang selama 30 menit dalam lima hari tiap minggu dan berjalan kaki selama 10 menit setelah makan tiga kali sehari.
Bila hal tersebut dilakukan secara teratur, maka tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida darah dapat terkendali, sehingga risiko stroke serta penyakit jantung dapat dihindari.
Bahkan berdasarkan penelitian, seseorang yang tidak biasa bergerak lalu memulai program jalan kaki mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 13 persen.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
