Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juni 2024 | 00.58 WIB

Bolehkah Jalan Kaki Setelah Makan? Berikut Ini Dampak Positif dan Negatif yang Perlu Diketahui Tentangnya

Ilustrasi jalan kaki setelah makan. (Pixabay.com/ Ray_Shrewsberry dan Einladung_zum_Essen) - Image

Ilustrasi jalan kaki setelah makan. (Pixabay.com/ Ray_Shrewsberry dan Einladung_zum_Essen)

JawaPos.com - Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya jalan kaki yang banyak digemari karena mudah dilakukan serta tidak mengeluarkan banyak biaya.

Meski demikian, tetap perlu memerhatikan waktu dan intervalnya agar jalan kaki yang dilakukan memberikan manfaat optimal untuk kesehatan. Lalu, bolehkah jalan kaki setelah makan?

Dilansir JawaPos.com dari Healthline (13/7/2020), ternyata jalan kaki setelah makan tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga memberikan dampak negatif untuk kesehatan.

Ketahui secara lengkap melalui uraian di bawah ini agar tidak salah pemahaman lagi tentang jalan kaki setelah makan.

1. Meningkatkan Pencernaan

Berjalan kaki setelah makan mampu meningkatkan pencernaan, karena memberikan rangsangan pada lambung dan usus sehingga kinerjanya pun meningkat yang berakibat makanan dicerna lebih cepat.

Selain itu dengan melakukan aktivitas fisik yang rendah hingga sedang seperti jalan kaki mampu melindungi saluran pencernaan sehingga penyakit tukak lambung, maag, irritable bowel syndrome (IBS), sembelit, penyakit divertikular, hingga kanker kolorektal dapat dicegah.

2. Mengendalikan Kadar Gula Darah dalam Tubuh

Berolahraga setelah makan dapat mencegah lonjakan gula darah berlebih. Demikian halnya dengan berjalan kaki setelah makan dapat mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

Bahkan dalam sebuah studi tahun 2016 ditemukan bahwa pada penderita diabetes tipe 2 jalan kaki ringan selama 10 menit setelah makan lebih baik dalam mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh dibandingkan berjalan kaki selama 30 menit di luar waktu tersebut. Dengan demikian, jalan kaki setelah makan baik untuk dilakukan oleh penderita diabetes tipe 1 - 2.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Department of Health and Human Service (DHHS) Amerika Serikat menyarankan untuk olahraga intensitas sedang selama 30 menit dalam lima hari tiap minggu dan berjalan kaki selama 10 menit setelah makan tiga kali sehari.

Bila hal tersebut dilakukan secara teratur, maka tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida darah dapat terkendali, sehingga risiko stroke serta penyakit jantung dapat dihindari.

Bahkan berdasarkan penelitian, seseorang yang tidak biasa bergerak lalu memulai program jalan kaki mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 13 persen.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore