
Ilustrasi: Gangguan pendengaran. (SoundRelief).
JawaPos.com - Dalam keadaan sepi ataupun tidak sedang melakukan aktivitas, pernahkah mendengar suara detak jantung di telinga. Jika pernah mengalami kondisi tersebut, seperti yang dilansir Fox News, dokter Frederick James Meine, M.D., seorang dokter ahli jantung, memberikan penjelasan.
Menurut dokter Frederick James Meine, beberapa orang tidak sadar telah mendengar suara detak jatung di telinga secara tidak sengaja. Bahkan, ketika posisi tidur miring akan terdengar bunyi tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa kondisi tersebut dinamakan tinnitus pulsatile dalam bahasa latin, yang penyebabnya terjadi karena terdapat kotoran yang menumpuk di telinga, serta cairan, hingga gangguan pendengaran.
Dokter keluarga TPMG Grafton Family Medicine di Yorktown, Virginia yakni Jesus Lizarzaburu, MD, mengatakan kondisi tinnitus pulsatile terjadi karena adanya disfungsi tuba eustachius. Saluran eustachius merupakan saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah ke bagian belakang hidung. Jika saluran itu tersumbat atau dalam kondisi yang tidak dapat membuka dan menutup dengan benar, maka suara detak jantung di telinga itu akan terdengar.
Tentang tinnitus pulsatile, dr. Muhammad Iqbal Ramadhan yang dilansir klikdokter juga memberikan penjelasan. Suara detak jantung yang didengar dari telinga merupakan bunyi dari peredaran darah atau arteri di sekitar area telinga.
Beberapa hal juga dapat menjadi penyebab dari tinnitus pulsatile. Seperti yang dilansir dari klikdokter, hipertensi juga dapat menjadi penyebab munculnya penyakit tersebut. Saat mendengar suara detak jantung di telinga, gejala yang muncul seperti sakit kepala dan juga penglihatan buram.
Ada tumor di kepala atau leher juga menjadi penyebab dari munculnya suara detak jantung di telinga. Jika memiliki hal tersebut, menurut dr.Iqbal akan menyebabkan pembuluh darah dibagian kepala atau leher menjadi berkembang dan aliran darah menjadi tidak normal.
Penyebab yang terakhir, seperti yang dilansir klikdokter adalah hipertiroid. Kondisi tersebut terjadi saat adanya peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh, ketika melakukan olahraga berat. Orang yang sedang hamil juga dapat mengalami hal tersebut.
Namun, menurut Jesus Lizarzaburu, MD yang dilansir Fox News ada beberapa obat yang dapat memicu gejala tinnitus pulsatile. Obat seperti non-steroidal anti-inflammatories (NSAIDs), obat kemoterapi, aspirin, antidepresan, kina, dan antivirus.
Perawatan dan Penanganan
Jika tinnitus pulsatile akibat gangguan pendengaran maka yang harus dilakukan adalah melakukan terapi suara. Tujuan terapi suara adalah untuk mengatasi kepekaan telinga yang salah satu caranya dengan mendengarkan suara yang berasal dari lingkungan sekitar. Seperti yang dikatakan oleh dr. Iqbal yang dilansir klikdokter, suara radio, televisi serta generator penghasil suara white noise dapat mengurangi gangguan tinnitus pulsatile yang diakibatkan dari gangguan pendengaran.
Tinnitus pulsatile akibat hipertensi maka yang harus dilakukan adalah mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Selain hal tersebut, mengurangi makanan asin dan berlemak penyebab naiknya tekanan darah juga dapat mengurangi hipertensi yang dapat memicu gejala dari tinnitus pulsatile. Untuk mengatasi hipertensi dilansir klidokter, adalah dengan mengonsumsi obat yang rutin, berhenti merokok dan alkohol serta rutin berolahraga.
Jika tinnitus pulsatile akibat hipertiroid, maka yang harus dilakukan adalah mengonsumsi obat yang sudah diberikan oleh dokter. Selain hal tersebut, menjaga pola makan juga dapat mengatasi hipertiroid. Relaksasi seperti melakukan yoga yang bertujuan untuk mengurangi suara detak jantung juga bisa dilakukan.
Tetap yang paling penting untuk menghindari gejala tinnitus pulsatile adalah menerapkan pola hidup yang sehat termasuk melakukan olahraga teratur. Beberapa penjelasan dari dokter untuk mengurangi gejala tinnitus pulsatile, juga bisa dilakukan dengan teratur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
