
Perubahan pola makan, dan banyaknya asupan santan atau makanan manis dapat memicu gangguan pencernaan dan berbagai macam penyakit lain setelah Ramadan dan Lebaran.
JawaPos.com–Anak-anak memang gemar sekali mengonsumsi makanan manis. Gula menjadi salah satu karbohidrat sederhana yang biasanya menjadi bahan pemanis favorit bagi masyarakat Indonesia.
Padahal, kondisi kelebihan gula pada anak bisa berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembangnya. Konsumsi makanan manis perlu dijaga pada anak. Sebab, ada banyak dampak buruk bagi kesehatan yang bisa terjadi jika anak-anak terlalu banyak makan sesuatu yang manis.
Kandungan gula yang tinggi dapat membuat anak menjadi hiperaktif. Gangguan yang disebut dengan sugar rush itu bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dalam waktu yang singkat.
Namun, sejauh ini belum ada bukti ilmiah jika sugar rush yang terjadi pada anak dapat membuatnya menjadi seorang yang hiperaktif.
Ada beberapa dampak asupan gula berlebih yang dapat terjadi pada anak, di antaranya:
Anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman manis berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. Bila kebiasaan tersebut tidak segera dihentikan, anak rentan mengalami gigi berlubang di kemudian hari.
Mengonsumsi asupan gula berlebih pada anak dapat mengganggu kemampuan otak untuk berfungsi secara optimal. Bahkan, kondisi ini juga bisa berdampak pada penurunan daya ingat dan konsentrasi anak sehingga dapat memengaruhi prestasi belajar di sekolah.
Selain faktor genetik dan kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, termasuk konsumsi gula berlebih, juga menjadi penyebab anak mengalami obesitas.
Dalam jangka panjang, penyakit diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu beragam penyakit serius, seperti kerusakan saraf, masalah fungsi ginjal, gangguan penglihatan, atau stroke.
Cara Membatasi Porsi Gula pada Anak
Dianjurkan untuk membiasakan anak mengonsumsi berbagai sumber karbohidrat yang mengandung gula alami, seperti sayur, buah, dan susu. Meski begitu, pemberian susu kepada anak juga sebaiknya dilakukan secara hati-hati.
Selain itu juga harus memilih susu dengan kandungan nutrisi yang mampu mendukung pertumbuhan anak, dikutip dari dp3appkb.bantulkab.go.id seperti:
Memperhatikan asupan gula pada anak penting dilakukan orang tua agar proses tumbuh kembang berjalan optimal. Selain itu, biasakan anak menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, berolahraga secara rutin, dan mencukupi waktu istirahat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
