Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Mei 2024 | 06.35 WIB

Risiko Penyakit dan Tumbuh Kembang Anak akibat Kelebihan Konsumsi Gula, Waspada Bahayanya!

Perubahan pola makan, dan banyaknya asupan santan atau makanan manis dapat memicu gangguan pencernaan dan berbagai macam penyakit lain setelah Ramadan dan Lebaran. - Image

Perubahan pola makan, dan banyaknya asupan santan atau makanan manis dapat memicu gangguan pencernaan dan berbagai macam penyakit lain setelah Ramadan dan Lebaran.

JawaPos.com–Anak-anak memang gemar sekali mengonsumsi makanan manis. Gula menjadi salah satu karbohidrat sederhana yang biasanya menjadi bahan pemanis favorit bagi masyarakat Indonesia. 

Padahal, kondisi kelebihan gula pada anak bisa berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembangnya. Konsumsi makanan manis perlu dijaga pada anak. Sebab, ada banyak dampak buruk bagi kesehatan yang bisa terjadi jika anak-anak terlalu banyak makan sesuatu yang manis. 

Kandungan gula yang tinggi dapat membuat anak menjadi hiperaktif. Gangguan yang disebut dengan sugar rush itu bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dalam waktu yang singkat.

Namun, sejauh ini belum ada bukti ilmiah jika sugar rush yang terjadi pada anak dapat membuatnya menjadi seorang yang hiperaktif.

Ada beberapa dampak asupan gula berlebih yang dapat terjadi pada anak, di antaranya:

  1. Kerusakan gigi

Anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman manis berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. Bila kebiasaan tersebut tidak segera dihentikan, anak rentan mengalami gigi berlubang di kemudian hari.

  1. Penurunan daya ingat dan konsentrasi

Mengonsumsi asupan gula berlebih pada anak dapat mengganggu kemampuan otak untuk berfungsi secara optimal. Bahkan, kondisi ini juga bisa berdampak pada penurunan daya ingat dan konsentrasi anak sehingga dapat memengaruhi prestasi belajar di sekolah.

  1. Obesitas

Selain faktor genetik dan kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, termasuk konsumsi gula berlebih, juga menjadi penyebab anak mengalami obesitas.

  1. Penyakit diabetes

Dalam jangka panjang, penyakit diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu beragam penyakit serius, seperti kerusakan saraf, masalah fungsi ginjal, gangguan penglihatan, atau stroke.

Cara Membatasi Porsi Gula pada Anak

Dianjurkan untuk membiasakan anak mengonsumsi berbagai sumber karbohidrat yang mengandung gula alami, seperti sayur, buah, dan susu. Meski begitu, pemberian susu kepada anak juga sebaiknya dilakukan secara hati-hati.

Selain itu juga harus memilih susu dengan kandungan nutrisi yang mampu mendukung pertumbuhan anak, dikutip dari dp3appkb.bantulkab.go.id seperti:

  1. DHA (docosahexaenoic acid), untuk mendukung perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak
  2. Beta glucan, untuk meningkatkan kekuatan tulang serta meningkatkan daya tahan tubuh anak
  3. Vitamin B kompleks, untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh, menjaga kesehatan saraf, serta melancarkan sistem peredaran darah
  4. Prebiotik, seperti PDX-GOS, untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan sebagai sumber nutrisi bagi bakteri baik di pencernaan
  5. Zinc, untuk mendukung pertumbuhan anak dan melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit infeksi.  

Memperhatikan asupan gula pada anak penting dilakukan orang tua agar proses tumbuh kembang berjalan optimal. Selain itu, biasakan anak menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, berolahraga secara rutin, dan mencukupi waktu istirahat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore