Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2024 | 21.43 WIB

Cara Mengatasi Malaria yang Sering Kambuh

ilustrasi pasien malaria. Masih ada 10,7 juta penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah endemis malaria, menengah, dan tinggi. - Image

ilustrasi pasien malaria. Masih ada 10,7 juta penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah endemis malaria, menengah, dan tinggi.

JawaPos.com - Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dari nyamuk. Orang yang terkena malaria berpotensi mengalami kambuh. Biasanya malaria yang berpotensi kambuh itu disebabkan oleh parasit Plasmodium vivax atau Plasmodium ovale.

Plasmodium vivax atau Plasmodium ovale memiliki kemampuan untuk bersembunyi dalam hati dan kembali aktif setelah beberapa waktu. Pengobatan untuk jenis malaria ini biasanya melibatkan obat-obatan yang disebut "radikal cure" yang ditujukan untuk menghilangkan parasit yang bersembunyi di hati.

Begitu juga dengan seseorang yang mengalami malaria setelah pengobatan, biasanya karena pengobatan sebelumnya tidak sepenuhnya menghilangkan parasit yang bersembunyi di hati. Bisa juga terpapar kembali oleh nyamuk yang terinfeksi. Dalam kasus seperti ini, dokter bakal meresepkan obat tambahan untuk mencegah kambuhnya malaria.

Selain itu, kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting dalam mencegah kambuhnya malaria. Penting bagi penderita malaria untuk minum obat sesuai petunjuk dokter dan menyelesaikan seluruh dosis yang diresepkan. Jika gejalanya telah hilang, ini akan membantu memastikan bahwa semua parasit malaria telah dihilangkan dari tubuh.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu pencegahan dan perawatan yang tepat.

1. Pencegahan Gigitan Nyamuk
Gunakan kelambu saat tidur pada malam hari, terutama di daerah dengan risiko tinggi malaria. Gunakan juga obat anti-nyamuk atau semprotkan insektisida di sekitar rumah.

2. Pengobatan Antimalaria
Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat antimalaria yang sesuai dengan jenis malaria yang Anda derita dan tingkat keparahannya. Minumlah obat tersebut sesuai dengan petunjuk dokter dan selesaikan seluruh dosis yang diresepkan, bahkan jika gejala telah hilang.

3. Tindak Lanjut Medis
Penting untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama jika tinggal di daerah dengan risiko tinggi malaria. Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, dokter dapat mendeteksi kemungkinan kambuhnya malaria secara dini dan memberikan pengobatan yang tepat.

4. Penguatan Sistem Kekebalan Tubuh
Makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan hidup sehat secara umum dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga dapat melawan infeksi malaria dengan lebih baik.

5. Lindungi Keluarga
Jika ada anggota keluarga lain yang juga rentan terhadap malaria, pastikan mereka juga mengikuti langkah-langkah pencegahan yang sama.

6. Edukasi dan Kesadaran
Penting untuk memahami gejala malaria dan tindakan pencegahan yang diperlukan. Edukasi diri sendiri dan orang lain di sekitar Anda tentang cara menghindari gigitan nyamuk dan tanda-tanda awal malaria dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya penyakit.

7. Pertimbangkan Vaksinasi
Di beberapa daerah, vaksinasi malaria mungkin tersedia. Diskusikan dengan dokter atau pusat kesehatan setempat apakah vaksinasi ini cocok untuk Anda.

8. Perhatikan Lingkungan
Usahakan untuk mengurangi genangan air dan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk di sekitar rumah Anda.

Selalu penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk perawatan yang tepat dan rencana pencegahan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore