
Ilustrasi nyamuk Anopheles betina yang menjadi penyebab malaria. (freepik)
JawaPos.com - Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium, yang biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini cukup mudah menyebar di banyak wilayah seperti Amerika Selatan, Afrika dan sebagian Asia, termasuk Indonesia.
Namun, kasus malaria di Indonesia terus menunjukkan penurunan setiap tahunnya. Meski begitu, penyakit ini masih cukup banyak ditemukan di sejumlah provinsi kawasan timur, seperti Papua dan Papua Barat. Sementara itu, wilayah seperti Jakarta dan Bali telah dikategorikan sebagai daerah bebas malaria.
Dikutip dari Halodoc, malaria sendiri merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, karena dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Dari sekian banyak jenis parasit penyebab malaria, P. falciparum, merupakan jenis yang paling berbahaya karena dapat menimbulkan infeksi berat dan berpotensi fatal.
Gejala Penyakit Malaria
Dikutip dari Alodokter, parasit yang masuk ke tubuh pertama-tama akan berkembang biak di hati sebelum akhirnya menyerang sel darah merah. Tanda dan gejala malaria biasanya muncul setelah 10–15 hari sejak gigitan terjadi.
Keluhan tersebut muncul secara bertahap dalam tiga fase selama 6–12 jam, yaitu dimulai dengan menggigil, kemudian demam disertai sakit kepala. Gejala ini biasanya diakhiri dengan keringat berlebih serta tubuh menjadi lemas sebelum suhu kembali normal.
Pengobatan terhadap Penderita Malaria
Malaria perlu ditangani secepat mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Pengobatan biasanya menggunakan obat antimalaria, yang pemilihannya disesuaikan dengan jenis parasit penyebab, tingkat keparahan penyakit, serta riwayat daerah tempat tinggal atau perjalanan pasien.
Walaupun hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah malaria, dokter dapat memberikan obat antimalaria. Dikutip dari Halodoc, obat yang umumnya digunakan adalah klorokuin fosfat. Namun, terdapat juga parasit yang resisten terhadap klorokuin, sehingga obat ini mungkin tidak lagi efektif digunakan.
Pencegahan dari Penyakit Malaria
Jika kamu berhasil sembuh atau sedang tinggal di tempat yang terserang penyakit malaria, sebaiknya lakukan beberapa cara ini agar terhindar dari penularan tersebut. Nyamuk penyebab malaria biasanya aktif pada waktu senja dan fajar, sehingga perlindungan diri sangat penting untuk mencegah gigitan.
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain mengenakan pakaian tertutup ketika tidur, seperti celana panjang dan baju berlengan panjang. Selain itu, oleskan lotion anti-nyamuk pada kulit ketika berada di tempat yang rawan gigitan nyamuk. Jika diperlukan, gunakan kelambu pada tempat tidur untuk mencegah gigitan nyamuk secara efektif. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
