Ilustrasi lebaran. (Sumber: freepik).
JawaPos.com - Tradisi Lebaran seringkali dikaitkan dengan hidangan istimewa seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, semur daging, dan berbagai macam kue kering, meskipun makanan tersebut cenderung tinggi lemak, minyak, dan gula. Tidak jarang kita kehilangan kendali dan mengonsumsi semua hidangan yang tersedia.
Diabetes, penyakit yang sering menjadi keluhan setelah Idulfitri atau Lebaran, terutama bagi penderita yang sulit mengontrol diri saat melihat hidangan lezat. Namun, bagaimana pola makan yang sehat untuk penderita diabetes selama perayaan Lebaran?
Adaptasi Pola Makan Bagi Penderita Diabetes
Adaptasi pola makan bagi penderita diabetes selama dan setelah bulan puasa melibatkan perubahan metabolisme tubuh. Awalnya, tubuh menggunakan makanan sahur sebagai sumber energi, kemudian mengonsumsi cadangan glikogen, dan akhirnya lemak sebagai energi.
Penggunaan lemak dapat membantu menurunkan berat badan serta menstabilkan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Meskipun demikian, penderita diabetes perlu memperhatikan risiko seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, dan ketoasidosis diabetik saat berpuasa. Dikutip dari klikdokter.com, Jumat (12/4), penderita diabetes dapat berpuasa dengan memperhatikan beberapa hal penting.
Kenali Risiko Anda Sebelum Memutuskan untuk Berpuasa
Meskipun berpuasa di bulan Ramadan adalah kewajiban, beberapa kelompok, termasuk orang sakit, dibebaskan. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter 6-8 minggu sebelum Ramadan untuk menilai risiko Anda.
Lakukan Pemeriksaan Gula Darah secara Teratur
Pemeriksaan gula darah tidak membatalkan puasa dan penting dilakukan bagi penderita diabetes karena fluktuasinya. Lakukan pemeriksaan 1-2 kali sehari atau lebih, terutama jika berisiko tinggi.
Sesuaikan Terapi Diabetes Selama Puasa
Diskusikan dengan dokter tentang penyesuaian terapi, termasuk waktu dan jenis obat, untuk mengurangi risiko hipoglikemia. Ini penting terutama jika Anda menggunakan obat seperti glibenclamide atau glimepiride, atau suntik insulin.
Ketahui Kapan Harus Berhenti Berpuasa
Hentikan puasa jika kadar gula darah di bawah 70 mg/dl atau di atas 300 mg/dl, atau jika mengalami gejala hipoglikemia (lemas, pusing, keringat dingin) atau hiperglikemia (sering buang air kecil, pusing, dehidrasi).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
