
ilustrasi tidur nyenyak./Sumber foto: freepik
JawaPos.com–Kebiasaan tidur setelah makan sahur biasa dilakukan kebanyakan orang. Sebab, dalam posisi kenyang dan keadaan masih mengantuk.
Namun, menurut pakar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kunjung Ashadi, kebiasaan itu tidak baik bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari unesa.ac.id, dosen Kepelatihan Olahraga Unesa Surabaya tersebut mengungkapkan, kebiasaan buruk tidur setelah sahur atau selepas makan sahur sebaiknya dihindari. Kebiasaan itu dapat berdampak pada organ pencernaan tubuh.
”Ketika tidak memberikan jeda waktu antara makan sahur dan tidur setelahnya, tubuh akan bekerja ekstra untuk mencerna makanan,” terang Kunjung Ashadi.
Bahkan lanjut dia, berbaring setelah sahur dapat memicu peningkatan asam lambung, refluks asam, dan lainnya. Selain itu, tidur selepas sahur dapat berakibat pada tubuh potensi obesitas.
”Makanan yang dikonsumsi ketika sahur tidak digunakan untuk keperluan aktivitas yang memerlukan energi berakibat pada penimbunan lemak yang rentan obesitas,” papar Kunjung Ashadi.
Beberapa risiko kesehatan lain juga dapat terjadi ketika tidur setelah sahur. Salah satunya sembelit. Pasalnya, ketika langsung tidur setelah makan sahur, proses pencernaan akan melambat dan makanan terlalu lama berdiam di perut.
”Walhasil, timbunan makanan tersebut menjadikan sembelit. Feses mengalami pengeringan dan pemadatan dan susah mengeluarkannya dari tubuh,” terang Kunjung Ashadi.
Risiko lain akibat dari tidur setelah sahur adalah stroke. Pasalnya, dia menjelaskan, hal itu memicu peningkatan asam lambung yang berakibat pada sleep apnea dan stroke.
”Jenis stroke terkait dengan perilaku tidur pasca makan adalah stroke iskemik karena penyumbatan pembuluh darah otak,” ujar Kunjung Ashadi.
Risiko yang biasanya langsung dialami ketika tidur setelah sahur adalah tubuh terasa lemas. Sebab, ketika tidur energi tubuh terkonsentrasi pada proses pencernaan. Sehingga ketika bangun tidur energi terkuras dan tubuh mengalami lemas.
Hukum fikih
Selain itu, dikutip dari nu.or.id, alumni Ushuluddin Universitas Al Azhar Mesir M. Tholhah Al-Fayyadl mengatakan, berdasar fikih mazhab Syafi’i, tidur setelah makan termasuk dalam kategori makruh. Pasalnya ada larangan dari Rasulullah.
”Munurut fikih mazhab Syafi’i, makruh hukumnya tidur setelah makan karena ada larangan dari Rasulullah,” ungkap Tholhah Al-Fayyadl, Wakil Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir itu.
Dia menambahkan, Rasulullah menganjurkan setelah makan dapat melakukan zikir kepada Allah untuk mencerahkan hati yang gelap.
”Tidak hanya itu, Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin diterangkan bahwa setelah makan, seseorang disarankan untuk membaca tasbih 100 kali, sholat 4 rakaat, atau membaca Alquran,” papar Tholhah Al-Fayyadl.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
