
Ilustrasi Dermatofibroma./
JawaPos.com – Dermatofibroma merupakan pertumbuhan kulit yang umumnya terjadi pada orang dewasa yang tidak berbahaya.
Dermatofibroma lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki dan lebih umum terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.
Dilansir dari laman Medical News Today, dermatofibroma adalah pertumbuhan kulit yang biasanya memiliki diameter kecil. Hal itu dapat biasanya berwarna merah muda hingga cokelat muda pada kulit terang dan cokelat gelap pada kulit gelap.
Mungkin akan tampak lebih merah muda atau lebih gelap jika seseorang secara tidak sengaja mengiritasi kulit misalnya, saat bercukur. Banyak orang mengatakan bahwa hal itu terasa seperti batu kecil di bawah atau di atas kulit karena padat dan keras saat disentuh.
Sebagian besar dermatofibroma tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi beberapa orang mengalami gatal, iritasi, atau nyeri pada lokasi pertumbuhan tersebut.
Beberapa dokter atau peneliti medis mungkin merujuk pada dermatofibroma sebagai benign fibrous histiocytomas.
Penyebab Dermatofibroma
Dermatofibroma adalah akumulasi sel-sel tambahan dalam lapisan-lapisan yang lebih dalam dari kulit. Para peneliti medis tidak mengetahui penyebab pasti dari pertumbuhan sel ini.
Beberapa peneliti menemukan bahwa kemungkinan penyebabnya adalah reaksi yang merugikan terhadap trauma lokal, seperti cedera kecil atau gigitan serangga di daerah tempat lesi kemudian terbentuk.
Usia mungkin menjadi faktor risiko lainnya, karena pertumbuhan-pertumbuhan tersebut muncul terutama pada orang dewasa. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang tertekan mungkin juga lebih mungkin mengalami dermatofibroma.
Dermatofibroma ganda juga lebih umum terjadi pada orang yang sedang mengalami penyakit, terutama pada mereka dengan lupus eritematosus sistemik.
Gejala Dermatofibroma
Dermatofibroma cenderung tumbuh secara perlahan. Pertumbuhan-pertumbuhan tersebut biasanya memiliki beberapa karakteristik yang dapat membantu identifikasi mereka.
Dermatofibroma muncul sebagai tonjolan bulat yang sebagian besar berada di bawah kulit. Rentang normalnya sekitar satu cm, dengan sebagian besar lesi berdiameter satu cm. Ukurannya biasanya akan tetap stabil.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
