Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Februari 2024 | 22.22 WIB

7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Rematik Karena Bisa Picu Peradangan dan Nyeri Sendi

Ilustrasi seseorang disuguhkan makanan tidak sehat. - Image

Ilustrasi seseorang disuguhkan makanan tidak sehat.

JawaPos.com – Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi, terutama pada tangan dan kaki.

Penyebab rematik belum diketahui secara pasti, tetapi diduga terkait dengan faktor genetik, lingkungan, dan hormon. Salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan dan gejala rematik adalah makanan.

Ada beberapa makanan yang dapat memicu atau memperburuk peradangan dan nyeri sendi pada penderita rematik. Oleh karena itu, penting bagi penderita rematik untuk menghindari makanan-makanan tersebut.

Dilansir dari Healthline, Selasa (13/2), berikut ini adalah tujuh jenis makanan yang harus dihindari penderita rematik karena bisa picu peradangan dan nyeri sendi:

1. Makanan yang mengandung gula dan tepung olahan

Makanan yang mengandung gula dan tepung olahan, seperti permen, kue, roti putih, dan pasta, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang dapat memicu produksi sitokin pro-inflamasi.

Sitokin adalah molekul yang berperan dalam proses inflamasi dan imunitas. Jika sitokin pro-inflamasi berlebihan, maka dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan sendi.

Selain itu, makanan yang mengandung gula dan tepung olahan juga dapat menyebabkan penambahan berat badan, yang dapat memberikan tekanan lebih pada sendi dan meningkatkan risiko rematik.

2. Gorengan atau makanan yang digoreng

Gorengan atau semua makanan yang digoreng, seperti kentang goreng, ayam goreng, dan nugget, mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan peradangan dan nyeri sendi.

Makanan yang digoreng juga mengandung produk akhir glikasi lanjutan (AGEs), yaitu senyawa yang terbentuk saat makanan dipanaskan, dipanggang, digoreng, atau diproses. AGEs dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan pada sel-sel tubuh, termasuk sel-sel sendi.

3. Jenis olahan daging merah

Daging merah, seperti sapi dan kambing mengandung lemak jenuh dan asam lemak omega-6 yang dapat memicu peradangan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Daging merah juga mengandung purin, yaitu zat yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Asam urat yang berlebihan dapat menyebabkan kristal asam urat terbentuk di dalam sendi, yang dapat menyebabkan nyeri dan bengkak.

4. Makanan yang tinggi garam

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore