Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Februari 2024 | 18.46 WIB

Gula dan Risikonya bagi Tubuh, Mengupas Efek Samping Berlebihan Mengonsumsi Minuman Berkarbonasi

Ilustrasi minuman soda. - Image

Ilustrasi minuman soda.

JawaPos.com - Warga Amerika rata-rata mengonsumsi lebih dari 50 galon minuman berkarbonasi setiap tahunnya. Data ini dilaporkan oleh USDA dalam "Kontribusi Minuman Nonalkohol terhadap Diet AS" pada 2005. Meski bahan-bahan dalam minuman berkarbonasi dianggap aman oleh FDA, konsumsi rutin dapat menghasilkan efek samping yang tidak bisa diabaikan.

Mengetahui kemungkinan efek samping dari minuman berkarbonasi dapat membantu seseorang membuat keputusan nutrisi yang tepat. Minuman soda tinggi gula paling sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes tipe 2, dan peningkatan berat badan, minuman ringan yang tinggi gula juga dapat berdampak negatif pada kesehatan gigi.

Konsumsi soda berpotensi menyebabkan pembentukan gigi berlubang dan bahkan kerusakan gigi karena interaksi gula dengan bakteri di mulut yang menghasilkan asam.

Berikut beberapa masalah yang bisa disebabkan oleh minuman berkarbonasi dilansir dari Phantasticsmile, Senin (12/2):

1. Dapat menyebabkan kerusakan gigi

Minuman berkarbonasi memang menggoda dengan rasa manis dan sensasi berbuihnya, Namun, di balik kesenangan itu, ada efek yang kurang menyenangkan bagi kesehatan kita.

Kerusakan gigi tersebut seperti; erosi gigi, gigi berlubang, dan noda pada gigi.

2. Bersendawa dan sakit maag

Minuman berkarbonasi mengandung karbon dioksida yang larut dan berubah menjadi gas ketika mencapai suhu tubuh di perut. Menyebabkan serangkaian sendawa karena efek meregangnya perut akibat akumulasi gas karbon dioksida.

Keluaran makanan dan asam lambung dapat terjadi bersamaan dengan sendawa, menghasilkan sensasi tidak nyaman seperti mulas dan rasa asam di mulut.

3. Peningkatan risiko obesitas

Minuman bersoda adalah salah satu penyebab obesitas, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Tingginya kandungan gula dalam minuman ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dan berat badan berlebih.

4. Osteoporosis

Beberap penelitian menunjukkan bahwa kafein dalam minuman soda dapat mengurangi penyerapan kalsium oleh tulang. Hal ini meningkatkan risiko osteoporosis apabila dikonsumsi secara berlebihan.

5. Kerusakan fungsi otak

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore