
ilustrasi cegah stunting (kemenkopmk.go.id)
JawaPos.com - Sepanjang debat capres 2024, Ganjar Pranowo kerap kali mengucapkan kata stunting bahkan dihitung hingga enam kali penyebutan.
Menjadi sorotan Ganjar Pranowo soal stunting, berikut ini penyebab stunting terjadi pada beberapa anak.
Stunting sendiri merupakan kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan anak terhambat atau terhenti akibat kekurangan nutrisi yang kronis dan kurangnya asupan makanan yang cukup pada masa pertumbuhan.
Biasanya, stunting terjadi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak.
Stunting dapat menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata sebanding dengan usianya.
Selain itu, dampak stunting juga melibatkan perkembangan otak dan kognitif yang terhambat, kelemahan sistem kekebalan tubuh, dan risiko penyakit kronis pada masa dewasa.
Penyebab utama stunting melibatkan faktor-faktor kompleks yang seringkali berinteraksi. Beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan stunting dikutip dari beberapa sumber antara lain:
1. Kurangnya Asupan Gizi: Kurangnya asupan gizi, terutama protein, zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin D, dan zinc, dapat menjadi penyebab utama stunting. Kekurangan nutrisi ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
2. Infeksi dan Penyakit: Infeksi yang berulang atau penyakit menular, terutama pada masa awal kehidupan, dapat menyebabkan stunting.
Infeksi kronis seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan parasit usus dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan pertumbuhan anak.
3. Kurangnya Perawatan Kesehatan: Akses yang terbatas atau kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, termasuk pelayanan antenatal dan perawatan anak, dapat meningkatkan risiko stunting.
4. Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan: Lingkungan yang kurang higienis dan sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit, yang kemudian dapat berkontribusi pada stunting.
5. Kondisi Ekonomi dan Sosial: Tingkat kemiskinan, ketidaksetaraan, dan kondisi sosial ekonomi yang rendah dapat membatasi akses keluarga terhadap makanan bergizi, layanan kesehatan, dan fasilitas sanitasi.
6. Faktor-genetik: Beberapa faktor genetik juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, meskipun faktor ini seringkali tidak dapat diubah.
Pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang holistik, termasuk peningkatan asupan gizi, promosi kesehatan, peningkatan sanitasi dan kebersihan, serta pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
