
Ilustrasi anak yang memiliki banyak saudara kandung/sumber: freepik
JawaPos.com – Pernahkah Anda mendengar ungkapan ‘Banyak Anak Banyak Rezeki’? Ya, orang tua zaman dahulu mempercayai ungkpan tersebut karena, meyakini bahwa setiap anak akan memiliki rezekinya masing-masing.
Alhasil, orang tua zaman dulu mempercayai bahwa banyak anak akan semakin banyak rezeki yang diterima oleh orang tua.
Selain itu, sebagian orang berpendapat bahwa banyak saudara bisa dibilang memiliki keuntungan lebih.
Beberapa diantaranya seperti, memiliki teman bermain atau teman curhat saat di rumah, tidak pernah merasa kesepian, hingga saling membantu satu sama lain.
Namun di era moderen seperti saat ini, istilah dan kepercayaan tersebut agaknya sudah mulai pudar.
Bahkan, sebuah penelitian justru mengungkapkan fakta baru yang menyatakan remaja dengan banyak saudara kandung, cenderung memiliki kesehatan mental yang buruk. Bagaimana bisa?
Melansir dari laman Science Daily, Sabtu (3/2), professor Douglas B. Downey bersama seorang mahasiswa doktor sosiologi di Ohio State, Rui Cao, melakukan penelitian terhadap anak-anak, terutama remaja yang memiliki banyak saudara kandung di Amerika dan Tiongkok.
Di kedua negara tersebut, tim peneliti mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai kesehatan mental, kepada siswa yang rata-rata berusia 14 tahun tersebut.
Mereka menganalisis lebih dari 9.400 siswa di kelas 8 di Tiongkok. Sedangkan di Amerika Serikat, mereka menganalisis 9.100 siswa kelas 8.
Karena kebijakan satu anak di Tiongkok, sehingga sebanyak 34 persen siswa di Tiongkok adalah anak tunggal. Dibandingkan di AS, hanya 12,6 persen dari mereka yang tidak memiliki saudara kandung.
Di Tiongkok, remaja yang tidak memiliki saudara kandung atau anak tunggal memiliki kesehatan mental yang baik. Begitu sebaliknya dengan siswa di Amerika.
Menurut hasil penelitiannya, remaja yang memiliki saudara kandung dengan jarak lahir dalam rentang waktu satu tahun, memiliki kesehatan mental buruk yang paling kuat.
Maka, Downey menarik satu kesimpulan yaitu sumber daya orang tua berperan besar dalam kesehatan mental bagi setiap anak-anaknya.
"Perhatian yang diberikan orang tua seperti sebuah kue, dimana setiap anak harus mendapatkan kue tersebut. Jika orang tua tidak membagi kue secara merata, maka akan ada anak yang harus menerima sedikit kue," tutur Downey.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
