Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 13.50 WIB

Masih Jarang Diketahui, Ternyata Ini 4 Manfaat Daun Keji Beling, Baik untuk Kesehatan

Ilustrasi Daun Keji Beling (Bali Organic Center) - Image

Ilustrasi Daun Keji Beling (Bali Organic Center)

JawaPos.com - Daun keji beling atau yang dikenal dengan nama ilmiah Strobilanthes Crispus merupakan daun yang mudah dijumpai di Indonesia.

Daun ini umumnya dijadikan sebagai pembatas kebun atau pagar untuk rumah. Namun, tak hanya menarik untuk dijadikan sebagai hiasan, daun keji beling ini juga diduga kuat memiliki berbagai manfaat kesehatan untuk tubuh.

Sebab, daun ini mengandung berbagai senyawa kimia aktif yang dapat dijadikan sebagai obat herbal, dan nutrisi penting. Misalnya seperti vitamin C, vitamin B1, vitamin B2 dan asam galat.

Lantas, kira-kira apa manfaat daun keji beling untuk kesehatan tubuh? Yuk, ketahui faktanya di sini!

Melansir dari biomedcentral.com, berikut adalah beberapa manfaat daun keji beling untuk kesehatan yang jarang diketahui.

  1. Membantu mengatasi kencing batu

Salah satu manfaat dari daun keji beling diyakini dapat membantu mengatasi kencing batu atau batu kandung kemih. Untuk mengolah daun tersebut, ada dua cara yang bisa digunakan.

Salah satunya adalah dengan merebus delapan lembar daun tersebut yang sudah dicuci dan dipotong dengan tiga gelas air. Kemudian daun direbus hingga tersisa dua seperempat gelas, lalu dinginkan airnya.

Selanjutnya, saring airnya, dan minum airnya (tiga seperempat gelas) dengan madu sebanyak tiga kali sehari.

  1. Mencegah radikal bebas

Manfaat selanjutnya adalah dapat mencegah radikal bebas, dikarenakan daun ini mengandung polifenol, alkaloid, flavonoid, dan tanin.

Beberapa senyawa tersebut efektif dalam mencegah paparan radikal bebas berlebihan di dalam tubuh.

Radikal bebas sendiri merupakan pemicu dari beberapa kondisi atau penyakit serius. Contohnya seperti penurunan penglihatan, penuaan dini, dan penyakit jantung.

  1. Membantu mengatasi diabetes melitus

Diabetes melitus adalah penyakit atau gangguan metabolism kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah.

Tidak hanya itu, penyakit ini pun disertai dengan hal lain seperti gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore