
Merkuri merupakan salah satu unsur kimia yang pada tabel periodik mempunyai simbol Hg dan nomor atom 80/.
JawaPos.com - Merkuri atau yang memiliki nama latin hydrargyrum merupakan salah satu unsur kimia yang masuk dalam kategori sangat beracun. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2001, merkuri bahkan masuk dalam kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan karakteristik beracun, karsinogenik, dan berbahaya bagi lingkungan.
Karakteristik beracun (B3), berarti merkuri dapat menyebabkan kematian atau sakit serius apabila masuk ke tubuh manusia. Sementara karakteristik karsinogenik berarti merkuri dapat menyebabkan sel kanker, yakni sel liar yang dapat merusak tubuh.
Dalam kehidupan sehari-hari, merkuri sendiri bisa kita jumpai dalam tensimeter, air raksa, baterai, lampu, dll. Saking berbahayanya merkuri, pemerintah bahkan membuat aturan mengenai pengurangan penggunaan merkuri dalam Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM).
Peraturan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengurangi penggunaan merkuri, terutama pada empat bidang prioritas, yakni manufaktur, energi, PESK, dan kesehatan.
Meski demikian, dewasa ini ternyata masih banyak ditemukan pedagang curang yang menggunakan merkuri dalam produk mereka. Adalah produsen kosmetik ilegal, kasus penggunaan merkuri pada kosmetik masih marak terjadi ditengah masyarakat Indonesia.
Dan mirisnya, banyak konsumen yang memilih untuk tetap menggunakan produk tersebut meski mengetahui terdapat merkuri pada komposisinya.
Padahal, jika dilihat dari pemerintah yang hingga turun tangan mengeluarkan aturan resmi, maka dapat dipastikan jika merkuri adalah zat yang sangat berbahaya. Berdasar keterangan ahli dermatovenereologist, Dr. Nenden Sobarna, efek merkuri meski dalam kadar sedikit pun, sangatlah berbahaya.
Jika kulit terkena paparan merkuri, maka dapat menyebabkan masalah kulit, seperti jerawat meradang, alergi wajah, iritasi, bahkan hingga kanker kulit. Sementara dalam dosis tinggi, merkuri dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, ginjal, gangguan perkembangan janin, serta kerusakan paru-paru.
Mengutip Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pada tahun 2021 saja produk kosmetik ilegal di Indonesia, nilai transaksinya mencapai Rp 10 miliar. Hal tersebut menunjukkan, pengguna kosmetik yang sudah melek akan bahaya merkuri masih sangatlah sedikit.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
