Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 20.33 WIB

Gencarkan Deteksi Dini, Kemenkes Sebut 70 persen Penderita Kanker Datang ke RS Sudah Stadium Akhir

Ilustrasi - Mutmainah ibunda Ahmat Yani alias Memet penderita penyakit kanker di bagian kaki yang membekak sebesar bola basket itu menemani sang anak saat berada di rumah sakit RSUD di Palangka Raya. - Image

Ilustrasi - Mutmainah ibunda Ahmat Yani alias Memet penderita penyakit kanker di bagian kaki yang membekak sebesar bola basket itu menemani sang anak saat berada di rumah sakit RSUD di Palangka Raya.

JawaPos.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab kesakitan dan kematian utama di Indonesia dengan beban pembiayaan yang tinggi. Hingga saat ini, 70 persen penderita kanker datang ke rumah sakit ketika memasuki stadium akhir. 

“Kasus kanker di Indonesia terus meningkat dan hal ini menyebabkan angka kematian juga meningkat. Jenis kanker terbanyak pada laki-laki adalah kanker paru-paru sedangkan pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker rahim,” ujar Dante kepada wartawan, Senin (18/12).
 
Untuk itu, Kementerian Kesehatan akan memperkuat deteksi dini terhadap empat jenis kanker, yakni kanker paru-paru, kanker payudara, kanker rahim, dan kanker serviks. Hal ini juga sejalan dengan transformasi kesehatan, khususnya pada pilar pertama yang memfokuskan pada layanan primer.
 
 
“Deteksi dini yang lebih baik akan berdampak pada mortalitas yang turun, kematian yang turun pada pasien, keberhasilan pengobatan dan tentu saja biaya yang lebih murah," ucap Dante.
 
Salah satu yang dilakukan adalah melalui vaksinasi HPV sejak dini untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
 
 
“Kini sudah menjadi program nasional untuk vaksinasi wajib bagi anak-anak, wanita, anak usia 11-12 tahun,” katanya.
 
Selain itu, ada skrining untuk mendeteksi dini penyakit kanker. Berbagai jenis kanker akan memiliki program skrining yang dibiayai oleh BPJS. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan memperbanyak laboratorium untuk menjadi bagian dari penanganan kanker. 
 
Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Soeko Werdi Nindito mengatakan, pihaknya juga melakukan upaya deteksi dini, promotif preventif, dan ketepatan diagnosis.
 
"Jadi, kami bukan hanya menyembuhkan pasien-pasien kanker stadium tiga sampai empat, tetapi juga stadium satu," tegasnya. 
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore