Ilustrasi pendidikan anatomi menggunakan cadaver/ Sumber: freepik.com
JawaPos.com – Pendidikan anatomi tubuh merupakan hal yang sangat penting, terlebih bagi orang yang menjalani pendidikan di bidang kedokteran.
Umum bagi para mahasiswa pendidikan kedokteran untuk menggunakan Cadaver sebagai bahan penelitian mereka.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Cadaver atau dalam bahasa Indonesia disebut kadaver merupakan jenazah atau mayat.
Biasanya digunakan oleh mahasiswa kedokteran untuk praktikum anatomi, hal ini berfungsi untuk mengetahui penyebab kematian, mengidentifikasikan lokasi penyakit, dan lainnya.
Menurut American Association for Anatomy, pembelajaran menggunakan Cadaver memberikan sejumlah keuntungan yang tidak didapatkan dari teknologi manapun.
Pendidikan anatomi sangat penting untuk para mahasiswa kesehatan, karena bisa memahami terminologi media dan anatomi melalui tubuh asli manusia.
Para mahasiswa kedokteran juga menyebut Cadaver sebagai ‘guru pertama’ karena cadaver membantu mereka mempraktekkan apa yang mereka telah pelajari.
Dengan menggunakan anatomi tubuh secara langsung, para mahasiswa lebih mudah memahami proses pembedahan dibandingkan jika menggunakan model virtual.
Biaya yang perlu dikeluarkan terkait penggunaan Cadaver sebagai model pembelajaran memang cukup mahal, jika dibandingkan dengan teknologi virtual.
Sehingga biaya yang sering menjadi pertimbangan utama sebelum menggunakan Cadaver dalam praktik kedokteran.
Penggunaan Cadaver di Indonesia sendiri tidak bisa sembarangan. Penggunaanya diatur oleh peraturan resmi melalui Undang-undang (UU).
Penggunaan Cadaver untuk ilmu pengetahuan di Indonesia diatur pada Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 120 ayat 1.
Dalam pasal tersebut berbunyi, “Untuk kepentingan pendidikan di bidang ilmu kedokteran dan biomedik dapat dilakukan bedah mayat anatomis di rumah sakit pendidikan atau di institusi pendidikan kedokteran.”
Aturan lain terkait penggunaan Cadaver dalam proses praktikum bedah anatomi juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 1981, dengan perubahan yakni PP Nomor 53 Tahun 2021 tentang Transplantasi Organ dan Jaringan Tubuh.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
